Suara Denpasar - Puluhan warga negara asing (WNA) yang menyewa apartemen Kuta Townhouses, di Jalan Poppies 1, Kuta, Badung, kini sedang mencari keadilan.
Apartemen yang sudah mereka sewa, sejak Maret 2020 ditutup oleh pihak pengelola.
"Ditutupnya apartemen tersebut maka penyewa ataupun menghuni kehilangan investasi yang cukup signifikan,” kata kuasa hukum penyewa Ni Luh Yunaelis.
Ungkap dia, tercatat 132 penyewa yang sebagian besar adalah WNA. Mereka umumnya pensiunan di Australia yang berinvestasi dengan menyewa apartemen di Kuta Townhouse.
"Penyewa menyewa apartemen di Kuta Townhouse sejak tahun 2007, ada juga setelah tahun 2008. Harga sewanya dari 37 ribu sampai 250 ribu US Dollar untuk jangka waktu 10 sampai 30 tahun.
Ada penyewa yang waktu sewanya sampai tahun 2037,” papar advokat yang berkantor di Gianyar, Bali.
Menurut Yanaelis, tindakan atau langkah hukum yang sedang dipersiapkan saat ini adalah menuntut kompensasi kepada pemilik dan pengelola dari masa sewa yang masih tersisa dari perjanjian sewa mereka, “Masih ada yang 10 tahun dan ada yang sampai 30 tahun sisa masa sewa sesuai kontrak,” pungkas Yunaelis.
Untuk diketahui, Apartemen Kuta Townhouse dijalankan oleh Andrew John Hylands atau juga dikenal sebagai Andrew John Hylands Arends lewat PT Gemulai Bali.
Perusahaan pengelola Apartemen Kuta Townhouse, itu dituding telah mengeluarkan para penyewa dari kompleks apartemen, memberhentikan semua staf dan menolak mempertahankan kompleks dalam kondisi layak huni.
Baca Juga: Begini Modus Pegawai Pos Baturiti, Kuras Dana Pensiun Veteran di Bali
Meskipun mayoritas penyewa tetap melakukan pembayaran untuk layanan pemeliharaan apartemen.
Sedangkan kondisi Kerusakan karena kelalaian manajemen, Kuta Townhouses saat ini dalam keadaan rusak.
Diantaranya, air yang masuk ke beberapa apartemen, jamur, atap runtuh dan ubin pecah serta jaringan air dan listrik yang sudah putus. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo