/
Minggu, 19 Februari 2023 | 16:36 WIB
Venna Melinda ke Mantan Kabareskrim, Ferry Irawan Kerap Memiting, Dorong ke Lantai dan Bekap Mulut-Hidung (Youtube Susno Duadji)

Suara Denpasar – Artis Venna Melinda semakin berani buka-bukaan. Kepada mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji. Dia membongkar kejahatan Ferry Irawan yang pernah membantingnya ke lantai dan dibekap mulutnya.

Venna menyatakan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadai di sebuah hotel di Kota Kediri 8 Januari 2023 bukanlah yang pertama. Dia menjelaskan, setelah menikah pada 7 Maret 2022, hubungannya dengan Ferry Irawan masih baik-baik saja.

“Di 6 bulan pertama belum ada KDRT fisik,” kata Venna Melinda dalam kanal Youtube Susno Duadji yang tayang 14 Februari 2023 lalu, dikutip Suara Denpasar, Minggu (19/2/2023).

Namun, Venna mengaku, setelah 6 bulan berjalan, Ferry Irawan sudah mulai aneh-aneh.

“Di 3-4 bulan ini, intensitasnya (KDRT) mulai meningkat karena saya sudah mulai lagi berkegiatan,” terang dia.

Di antaranya, Ferry Irawan melarang Venna Melinda melakukan podcast dengan lelaki. Padahal, Venna seorang perempuan yang mencari nafkah, yakni sebagai influencer yang aktif di media sosial Youtube hingga Instagram.

“Kita komitmen sama Ferry, sama-sama dari nol, artinya sama-sama bekerja. Dia dari awal sudah komit memperbolehkan,” kata ibu kandung Verrel Bramasta dan Athalla Naufal ini.

Larangan ini membuat hubungan Venna dan Ferry mulai kerap timbul pertengkaran. Mereka mulai sering cekcok karena beda pandangan. Bahkan, katanya, banyak hal-hal kecil yang memicu KDRT fisik.

“Kalau saya mau bikin podcast sama lawan jenis sudah mulai ada kerikil, ada larangan-larangan yang tersirat,” terangnya.

Baca Juga: Waduh! Denny Sumargo Terseret Kasus KDRT Ferry Irawan dan Venna Melinda, Akui Akibat Kecerobohan Timnya

Awalnya, Venna sebagai istri mengalah. Namun, karena dia harus mencari nafkah, mulaikan terjadi perdebatan ketika Ferry melarang. Perdebatan soal hak dan kewajiban masing-masing suami-istri.

Venna pun ingat, tanggal 17 November 2022, dia ada acara di Medan. Acaranya Pukul 09.00 WIB. Dia pun sudah bangun jam 6 pagi untuk siap-siap. Namun, ada permintaan Ferry yang tidak bisa dia penuhi, akhirya jadi pemicu keributan.

“Bertengkarlah kita. Tiba-tiba dari lisan, saya diangkat, kemudian dibekap, kemudian diangkat lagi. Bekapnya itu pakai tenaga dalam karena Ferry pesilat,” terang Venna kepada Susno.

Dia merasakan, saat dibekap Ferry, tulang rusuk sebelah kiri merasakan sakit. Dia menyatakan, kejadian seperti ini sudah terjadi sekitar 3 kali sampai peristiwa di Kediri.

“Yang pertama kali dia piting, kemudian saya diangkat, didorong ke lantai, didorong ke tempat tidur, kemudian dibekap, sampai mau kehilangan napas, baru dia mau lepas karena kalau saya sudah nggak kuat kasih kode,” terangnya sambil memperagakan menepuk kasur.

Kala itu, Venna sempat teriak-teriak minta tolong. Namun, volume televisi dibesarkan Ferry sehingga tidak terdengar dari luar. Namun, saat itu Ferry malah mengajak mati bersama di hotel.

“Udah kita viralin aja, kita sama-sama ditemukan gak bernyawa di hotel Medan, sama-sama kita mau,” kata Venna menirukan ucapan Ferry.

Setelah peristiwa itu, yakni sekitar 08.30, baru selesai pertengkaran itu. Barulah Venna siap-siap berpakaian dan memakai make-up. Namun, kala itu suaranya sudah seperti habis karena sebelumnya teriak-teriak.

“Setelah acara, dia minta maaf ke saya. Berlutut. Cium kaki saya. Dia bilang, ‘tolong maafin, saya nggak akan buat itu lagi’. Maka saya maafin,” jelas perempuan berusia 50 tahun ini.

Setelah peristiwa itu, ternyata masih terulang di rumah mereka. Kejadiannya juga sama. Dibekap tubuhya, kemudian mulutnya. Namun, KDRT di rumah juga suara televisi dibesarkan sehingga tidak terlalu terdengar suara teriakan dari luar. Hingga kejadian yang di sebuah hotel di Kediri. (*)

Load More