Suara Denpasar - Banyaknya korban di tebing pantai Broken Beach Nusa Penida menaui pertanyaan sejauh mana pemerintah Kabupaten Klungkung menanggulangi permasalahan tersebut.
Terbaru, nasib naas kembali dialami seorang WNA asal India, Abhishek Bathia (L), di kawasan Pantai Broken Beach. Korban terjatuh dari tebing setinggi 40 meter tersebut dan dinyatakan meninggal pada Sabtu sore, (4/3/2023) sekitar pukul 16.30 Wita.
Menanggapi banyak korban tersebut, Kepala Kantor Basarnas Bali telah melakukan audiensi dengan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta untuk mengurai persoalan tersebut.
Pada kesempatan itu Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan bahwa kebanyakan korban adalah wisatawan asing yang meskipun sudah dihimabau namun masih memiki keberanian untuk berenang di pantai dengan resiko tinggi tersebut.
"Dari data kami memang wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida hanya 10 persennya saja melakukan aktivitas berenang di pantai, namun resikonyalah yang cukup tinggi," ungkapnya.
Tujuan dari audensi tersebut, Basarnas Bali meminta dukungan dari pemerintah daerah Kabupaten Klungkung melalui BPBD terkait rencana penyelenggaraan Pelatihan Potensi SAR di Nusa Penida. Selain itu Basarnas Bali juga meminta agar dibangun shelter kendaraan operasional yang digunakan untuk keperluan mobilisasi, khususnya dalam operasi SAR di sekitar wilayah Nusa Penida.
"Kita akan lakukan pelatihan potensi SAR di Nusa Penida, mengingat saat ini daerah tersebut menjadi tujuan wisata favorit bagi wisatawan lokal ataupun mancanegara," kata Gede Darmada, S.E., M.A.P., Kepala Kantor Basarnas Bali.
Beberapa permintaan Basarnas Bali dalam audensi tersebut disambut baik oleh I Nyoman Suwirta. Bupati Klungkung itu berencana akan membangun One Gate One Destination, agar terintegrasi seluruh stakeholder terkait, termasuk di dalamnya adalah Basarnas Bali.
"Kehadiran kita disambut baik dan Bupati Klungkung mendukung apa yang kita sampaikan saat audiensi," tutup Gede Darmada. (*/Dinda)
Baca Juga: 3 Rekomendasi Tanaman Penghias Ruangan, Ada yang Bisa Redakan Stres!
Berita Terkait
-
1 dari 10 Korban Hilang KM Linggar Petak 89 Ditemukan Terapung Dan Lemas di Lautan
-
KM Linggar Petak 89 Tenggelam di Samudra Hindia, 1 Meninggal, Berikut Daftar Korban
-
KM Linggar Petak 89 dari Benoa Tenggelam di Samudera Hindia, 1 Meninggal, 10 Orang Hilang
-
5 Rekomendasi Tempat Wisata di Nusa Penida Bali, Indah dan Tak Terlupakan
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Buktikan Belum Ada yang Geser, Rossa Hipnotis 3 Ribu Penonton di Soul Concert VII
-
Respons Laporan Netizen Soal Toko Obat Ilegal, KDM Tegaskan Tak Takut Intervensi Backing
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Apakah Viva Whitening Cream Bisa Samarkan Flek Hitam? Cek Klaim Pengguna
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online