Suara Denpasar - Kepengurusan baru PSSI yang dipimpin Erick Thohir melakukan agenda Sarasehan Sepak Bola Nasional yang dihelat Sabtu (4/3) di Surabaya, Jawa Timur.
Hasilnya, terdapat sejumlah regulasi baru yang rencananya akan ditetapkan pada kompetisi musim 2023/2024.
Beberapa regulasi baru yang telah disepakati dalam agenda Sarahsehan tersebut adalah menyepakati soal kuota pemain asing yang ditambah dari yang sebelumnya 3+1 menjadi 4+1.
Dikutip Suara Denpasar dari Antaranews, Senin, 6 Maret 2022, telah disepakati kuota Pemain Asing adalah 6 pemain (5+1 ASEAN).
Usulan dari PSSI sebenarnya 4+1, tapi klub meminta agar sesuai standar AFC yaitu 5+1.
Regulasi tersebut disambut baik oleh Direktur PT Persib Bermartabat, Teddy Tjahjono, ia menyambut baik pertarungan baru tersebut.
Teddy mengatakan meskipun boleh memiliki pemain asing 5+1 namun pemain asing yang boleh didaftarkan dalam DSP hanya 4+1 agar pemain asing tidak terlalu dominan, jadi demikian akan ada satu pemain asing yang tidak dimainkan di pertandingan tersebut.
"Karena pemain lokal minim, maka 18 klub Liga 1 setuju, yang didaftarkan di DSP hanya 4+1. Ini juga masuk dalam diskusi keseimbangan antara klub-klub dan PSSI," tutur Teddy dilansir dari Antaranews.
Selanjutnya, untuk regulasi baru pemain Naturalisasi, Erick Thohir meminta jumlah maksimal 1 pemain per tim agar memberikan kesempatan kepada pemain lokal asli bermain.
Baca Juga: Lee Hyeri dan Park Se Wan Akan Jadi Tim Pemandu Sorak dalam Film 'Victory'
Nasib Persib Bandung
Dengan regulasi baru PSSI diatas, salah satu tim yang paling terdampak adalah Persib Bandung. Pasalnya saat ini tim Pangeran Biru memiliki tiga pemain naturalisasi.
Jika regulasi ini sudah diresmikan, mau tidak mau Luis Milla harus mencoret dia dari tiga pemain naturalisasi di Persib Bandung musim depan.
Seperti diketahui, tiga pemain naturalisasi di Persib Bandung saat ini ada tiga yakni Marc Klok, Victor Igbonefo dan Ezra Walian.
Opsi pemain asing Persib Bandung
Terdapat beberapa opsi pemain asing baru Persib Bandung jika regulasi tersebut diresmikan musim depan.
Berita Terkait
-
Karier Makin Mentereng, Peluang Erick Thohir di Pilpres 2024 Semakin Cerah
-
Rules Baru PSSI, Eks Manchester United Opsi Gila Luis Milla di Persib Bandung? Kontrak Berakhir di Galatasaray
-
FIFA Beri Catatan Minus untuk Venue Piala Dunia U-20 2023
-
Erick Thohir Sebut FIFA Bisa Kurangi Jumlah Stadion Laga Piala Dunia U-20 2023
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS