Suara Denpasar - Dua bule di Bali diketahui memiliki KTP berkebangsaan Indonesia secara ilegal. Bule ini berasal dari Ukraina dan Suriah.
Kini mereka telah ditahan di ruang detensi Imigrasi. Bule asal Suriah, MZ ini berusia 31 tahun sedangkan bule Ukraina, RK berusia 37 tahun.
Mereka diciduk di dua tempat yang berbeda. MZ di daearah Pemogan, Denpasar sedangkan RK di Legian, Kuta.
Di KTP ilegalnya, bule Suriah ini memiliki nama Agung Nizar Santoso. Sedangkan bule Ukraina memiliki nama lain Alexander Nur Rudi.
Tak hanya KTP ilegal dengan nama dan alamat palsu, kedua bule itu juga memiliki Kartu Keluarga.
Dilansir dari Suara Bali pada Jumat (10/3/2023), identitas palsu itu akan digunakan untuk mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
Barron Ichsan, kepala divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Bali mengatakan mereka memiliki ATM BCA.
Meskipun terbukti memiliki identitas palsu, kedua bule itu belum dideportasi. Mereka ditahan di Imigrasi dan menunggu hasil penyelidikan polisi.
Mengetahui begitu mudahnya bule ini mendapatkan identitas baru, Barron juga fokus pada siapa pihak yang membantu pembuatan identitas palsu tersebut.
Baca Juga: Wahdi Kunjungi dan Santuni Korban Rumah Tersambar Petir di Yosodadi
"Kita harus mengetahui alasan dia bikin KTP, apalagi ini menjelang [Pemilu] 2024. Di 2024, ini tahun pemilu, untuk kita akan sangat membahayakan kalau ada orang asing yang bikin-bikin identitas WNI seperti ini," ujar Barron dikutip dari Suara Bali pada (9/3/2023). (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan