Suara Denpasar - Keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Bali kini tengah menjadi sorotan.
Pasalnya tingkah laku mereka kian hari makin meresahkan.
Misalnya saja, perilaku oknum bule yang ugal-ugalan di jalan raya, yang sempat viral di media sosial (medsos) beberapa pekan lalu.
Alhasil, perilaku menyimpang tersebut kini hangat diperbincangkan.
Hal ini pun tak luput dari sorotan, organisasi mahasiswa di Bali. Salah satunya yakni PD KMHDI Bali.
Ketua PD KMHDI Bali, Putu Esa Purwita mendesak pemerintah agar bersikap tegas terhadap WNA di Bali yang berprilaku menyimpang.
Hal tersebut lantaran, tingkah laku bule yang merupakan wisatawan di Bali ini, sudah keterlaluan.
Menurutnya, ini bukan kali pertama, bule di Bali berperilaku menyimpang, dan viral media sosial.
Hal itu, kata dia merupakan imbas dari kurangnya pengetahuan wisatawan terkait dengan hukum di indonesia serta norma yang ada di Bali.
Baca Juga: Kemendagri Beri APBD Award 2023 pada Daerah dengan Realisasi APBD Tertinggi
"Kita sudah pernah dihebohkan oleh adanya wisatawan mancanegara yang melecehkan tempat suci, berkelahi dengan masyarakat lokal, serta tidak mentaati aturan berkendara seperti tidak memakai helm, tidak memakai baju, serta berkendara dengan kecepatan tinggi," kata Ketua PD KMHDI Bali Putu Esa Purwita.
Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk menjelesaikan persoalan tersebut dengan meningkatkan tindakan preventif dan kuratif.
Preventif yang dimaksud adalah upaya edukasi kepada wisatawan mancanegara, berupa sebuah aturan yang bisa disampaikan oleh guide yang mendampingi wisatawan mancanegara (wisman), yang tentunya turut diawasi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali.
Selanjutnya, tindakan kuratif juga harus diperhatikan. Di mana pihak kepolisian harus lebih tegas dalam menindak, apabila ada wisman di Bali yang melanggar lalu lintas.
"Tak terkecuali juga Masyarakat Indonesia yang melanggar aturan lalu lintas, karena bisa saja wisatawan mancanegara mencontoh Masyarakat Indonesia yang juga melanggar namun tidak ditindak tegas," pintanya.
Putu Esa Purwita juga mempertegas bahwasannya pasca pandemi Covid-19 sangat jarang ditemui operasi Razia lalu lintas yang tentunya perlu ditingkatkan untuk menanggulangi pelanggaran lalu lintas oleh wisatawan mancanegara.
"Tidak kalah pentingnya, proses mengurus surat izin mengemudi bagi wisatawan mancanegara perlu untuk mendapatkan pengawasan ekstra karena jika proses memperoleh surat izin mengemudi terlaksana dengan baik tentunya persoalan diatas akan mampu diatasi," tukasnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel
-
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review
-
Rumah Mewah Bertingkat di Semarang Disita KPK, Nama Fadia Arafiq Terpampang di Plang
-
Densus 88 Ungkap Game Online Jadi Jalur Baru Perekrutan Radikalisme di Jateng
-
7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai
-
Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!
-
Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce
-
Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus
-
HP Murah Vivo Y500 4G Siap ke Indonesia dan Nepal, Usung Baterai 8.100 mAh
-
BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo