/
Jum'at, 17 Maret 2023 | 14:45 WIB
Akan Larang Turis Sewa Motor di Bali, Gendo: Gubernur Seperti Frustasi (Instagram)

Suara Denpasar - Rencana Gubernur Bali Wayan Koster melarang turis asing atau warga negara asing (WNA) sewa motor di Bali seiring munculnya sebagian turis yang melanggar lalu lintas dan ugal-ugalan, mendapat penentangan dari berbagai pihak. Seperti disampaikan salah satu aktivis Wayan Suardana alias Gendo

Menurut Gendo, rencana melarang turis sewa motor itu keputusan yang tidak sepenuhnya tepat dan jadinya tidak bijak, serta mirip kayak pepatah “karena nila setitik rusak susu sebelanga”.

"Kebijakan Gubernur ini seperti frustasi tidak kuat menghadapi gelombang suara publik yang kerap memviralkan kelakuan turis yang ugal-ugalan berkendara motor, sehingga “gebyah uyah”," kata Gendo.

Dia mengatakan, kemungkinan kebijakan Gubernur Koster ini sebagai bagian dari terapi kejut (shock therapi). Namun, kata dia, akibatnya bisa cukup fatal bagi industri pariwisata di Bali.

"Salah satu keasyikan berwisata di daerah tropis adalah limpahan matahari. Terutama turis yang berasal dari negara yang 4 musim, berkendara motor adalah salah satu aktivitasnya," tandasnya.

Pria yang juga seorang pengacara ini mengatakan, berkendara motor tentu saja wajib sesuai hukum lalu lintas Indonesia. Ketika turis melakukan pelanggaran, maka kebijakannya bukan melakukan penutupan penyewaan motor, karena tidak semua turis melanggar hukum lalu lintas. 

"Lagipula harus diperhatikan pula faktor lain. Apakah turis begitu karena habitnya buruk atau mencontoh pelanggaran yang dilakukan warga lokal? Atau juga karena faktor pebisnis rental, di mana motor yang tidak ketat syarat dalam penyewaan motor?" papar dia.

Menurut pria asal Ubud, Gianyar, ini masalah turis melanggar lalu lintas ini harus jadi instrospeksi dan tugas Pemprov harusnya lebih ke preventif atau pencegahan. Begitu juga pemerintah harus mendidik warga juga, mendidik para pebisnis rental motor agar tidak sembarangan menyewakan motor.

"Menyetop penyewaan motor secara serampangan sama saja tidak memperhatikan kelanjutan bisnis warga pascapandemi Covid-19. Kebijkan “ngulah aluh” yang akan merugikan ekonomi warga," tegas Gendo.

Baca Juga: Wayan Koster Larang Turis Sewa Motor, Persadha Nusantara: Itu Sikap Reaktif dan Sementara

Gendo menanbahkan, lagi pula kalau turis diarahkan ke kendaraan travel, tidak semua turis suka travel. Banyak juga yang ke Bali ingin berkendara sepeda motor, dan biasanya mereka sudah menyiapkan SIM internasional dan lainnya. (*)

Load More