Suara Denpasar – Setelah tiga tahun tidak diadakan karena Covid-19, ribuan warga beragama Hindu di Bali mengikuti upacara Melasti di Pantai Padang Galak, Kota Denpasar menjelang perayaan nyepi tahun Saka 1945.
Dikutip dari Antaranews.com, Ketut Sutama, Bendesa Adat Peguyangan, Sabtu (16/3/2023) mengatakan saat PPKM masih diberlakukan, hanya perwakilan saja yang diperbolehkan untuk atur sesaji.
Kemudian, setelah kebijakan PPKM Pandemi Covid dicabut, upacara Melasti dapat diikuti oleh seluruh masyarakat.
“Sekarang kan sudah endemi, jadi kita dengan masyarakat kembali melakukan upacara lagi disini. Kami ada 53 angkutan kendaraan dan kurang lebih enam ribu orang yang ikut disini,” ungkap Ketut Sutama.
Upacara melasti sendiri merupakan bagian dari rangkaian hari suci nyepi.
Dalam upacara ini umat hindu harus melakukan penyucian diri, dengan sarana mengambil Tirta Kamandalu yang ada di pantai untuk membersihkan alam dan diri sendiri sebelum merayakan Nyepi.
Upacara ini dapat dilakukan di tempat yang memiliki air suci yang telah ditentukan oleh masing-masing daerah, seperti danau jika dearahnya jauh dari pantai, tutur Ketut Sutama.
“Upacara ini sebenarnya serentak dilaksanakan besok. Tapi,karena tempat ini digunakan oleh banyak desa adat, kami majukan acaranya satu hari supaya tidak penuh, karena jumlah krama kami yang ikut melasti cukup banya,” kata Ketut Sutarma.
Dengan diadakannya upacar Melasti kembali, Nyoman Jana, salah seorang umat Hindu ikut dalam acara ini merasa senang dapat kembali melakukan rangkaian kegiatan menyambut hari suci Nyepi.
Baca Juga: Nathalie Holscher Pamer Undangan Nikah Minta Doa Restu, Netizen Malah Curiga
“Ya, saya senang bisa ikut upacara pemeslatian lagi. Dulu waktu corona-kan dibatasi, jadi ngak banyak yang datang buat upacara ke sini,” tutur Nyoman Jana.
Datangnya hari suci Nyepi Ini, Ketut Sutama berharap kesejahateraan dan Keselamatan bersama tetap terwujud agar bisa hidup lebih tertib dan rukun antara desa adat lainnya.
“Harapan kami supaya kita semua mendapat kesejahteran dan keselamatan dengan memohon kepada tuhan Yang Maha Esa lewat acara ini supaya bisa hidup secara tertib dan rukun antar desa adat lainnya,” kata Ketut Sutama. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Rezeki Nomplok di Depan Mata, 3 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan Besar di 2026
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Tiffany Young dan Byun Yo Han Resmi Menikah, Isu Hamil Duluan Mencuat
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Hasil Undian 16 Besar Liga Eropa: Calvin Verdonk Cs Hadapi Tim yang Diperkuat Bek Keturunan
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Matthaus Sebut Der Klassiker Dortmund vs Bayern sebagai Duel Magis