Suara Denpasar - Mahfud MD buka suara tentang kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy, anak pejabat pajak terhadap anak petinggi GP Ansor.
David, anak petinggi GP Ansor yang harus menderita dengan kondisinya yang bahkan sampai kritis usai dianiaya oleh oknun anak pejabat pajak.
Menyikapi kasus itu, Menko Polhukam akhirnya menyampaikan pernyataan tegas merespons insiden penganiayaan tersebut.
Pernyataan Mahfud MD sebagai Menko Polhukam itu disampaikan ketika dirinya berdialog dengan Merry Riana.
Merry merupakan host terkenal yang kini memiliki konten podcast di channel YouTube miliknya sendiri.
Pernyataan Mahfud terhadap Mario Dandy itu disampaikan saat podcast dalam channel YouTube Merry Riana, dengan judul 'MAHFUD MD SAMPAI GEBRAK MEJA, TIDAK ADA KATA MAAF UNTUK MARIO DANDY', sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Senin, (20/3/2023).
Dalam podcast itu, Merry membahas tentang kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy beberapa waktu lalu terhadap David.
"Kekerasan yang lebih tidak pernah dipikirkan oleh akal sehat manusia, terjadi di antara kita. Salah satunya yang baru saja terjadi yang dilakukan oleh salah seorang anak remaja," ujar Merry menyampaikan.
"Mario, ya. Saya belum melihat video aslinya secara full, karena saya mungkin gak tega melihatnya," ujar Merry melanjutkan.
Baca Juga: Dinas PUTR Sulsel Segera Perbaiki Jalan Mustafa Daeng Bunga Beserta Drainase
"Tapi, saya tahu pak Mahfud pernah melihat videonya secara full," ujarnya melanjutkan.
Merespons itu, Mahfud MD langsung menyampaikan pendapatnya, ia mengaku sangat kesal, sampai-sampai ia menggebrak meja dan menyebut biadab.
"Sangat biadab!," ujar Mahfud tegas.
"Mungkin ya video yang saya lihat tidak full juga, tetapi dari yang saya lihat itu autentik dan bukan hasil editan," ujarnya melanjutkan.
Pernyataan Mahfud MD itu terdapat pada menit ke 5 dari video yang berdurasi 1 jam 9 menit 20 detik. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Meski Di Bawah Umur, Pakar Sebut AG Pacar Mario Dandy Tak Layak Dapat Restorative Justice
-
Syarat Tindak Pidana yang Bisa Pakai Restorative Justice, Penganiayaan Mario Dandy Tak Termasuk
-
Dijalani David Ozora Pasca Koma, Apa Itu Terapi Tilting Table?
-
Mahfud MD: Kasus Mario Dandy Tak Bisa Pakai Restorative Justice
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Rest Area Tol Penuh saat Arus Balik Lebaran 2026, Istirahat dan Buang Air Harus ke Mana?
-
Pelangi di Mars, Ketika Film Anak Gagal Memahami Anak
-
Puasa Syawal 2026 Mulai Kapan? Ini Beda Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Bikin Sungkem! Skutik Nyeleneh Honda Ini Cuma 49cc Tapi Harganya Kalahkan Motor Sport
-
9 Inspirasi Gaya Lebaran Couple Artis 2026 yang Paling Mencuri Perhatian
-
Ekonom UGM Wanti-wanti: Jangan Sampai WFH Demi Hemat BBM 'Bunuh' Warung dan Ojol
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Pria Punya Hak untuk Menangis: Belajar Mengolah Duka dari Mencuci Piring
-
RM BTS Sampaikan Terima Kasih dan Permintaan Maaf usai Konser ARIRANG