Suara Denpasar - Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang para pejabat negara melakukan buka puasa bersama atau bukber. Alasannya karena saat ini Indonesia sedang menghadapi masa transisi pandemi COVID-19, sehingga para petinggi diminta untuk berhati-hati.
Kebijakan ini menuai banyak protes dari banyak pihak karena aktivitas publik sudah berjalan seperti biasa sejak PPKM dicabut. Selain itu, ada pula yang mencurigai niat lain di balik kebijakan tersebut.
Nasir Djamil selaku anggota Komisi III DPR RI fraksi PKS bahkan curiga "ada udang di balik batu" saat membahas kebijakan tersebut.
Menurutnya, larangan tersebut adalah bentuk kekhawatiran pemerintah terhadap konsolidasi Pilpres 2024 yang berkedok buka bersama.
"Jangan-jangan larangan buka puasa bersama dikhawatirkan oleh rezim akan menjadi konsolidasi umat Islam menjelang Pilpres," ujar Nasir seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (24/3/2023).
Nasir juga berpendapat bahwa larangan ini sangat kontras dengan penyelenggaraan pesta pernikahan yang sudah berjalan seperti sedia kala. Seperti yang digelar Presiden Jokowi saat putra bungsunya, Kaesang Pangarep, menikah beberapa bulan lalu.
Nasir bahkan mencurigai adanya sosok penting selain Jokowi di balik kebijakan tersebut. Dia bertanya, "Jadi di mana relevansinya pejabat dilarang buka puasa bersama. Saya menduga ini bukan ide orisinil Pak Jokowi. Tapi ada pihak yang membisikkan kepada beliau."
Karena itulah Nasir menyebut larangan ini tak sejalan dengan revolusi mental yang dijalankan oleh Jokowi dan menuntut agar segera mencabutnya.
"Apapun alasan Pak Jokowi, melarang pejabat berbuka puasa bersama kurang sejalan dengan revolusi mental yang digaungkan beliau," tandasnya.
Baca Juga: Mantap! Presiden Joko Widodo Minta Kompetisi Liga 2 Musim ini Kembali Dilanjutkan
Sementara itu, larangan buka bersama untuk pejabat disampaikan Presiden Jokowi melalui Sekretaris Kabinet atau Mensesneg Pramono Anung lewat Surat Sekkab bernomor 38/Seskab/DKK/03/2023 pada 21 Maret 2023. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan
-
GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan
-
5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat
-
Lansia Dikira Tertidur di Lantai Atas Masjid Metro, Saat Dibangunkan Ternyata Sudah Tiada
-
Musim Libur Sekolah, Pertamina Pastikan Stok BBM di SPBU Jateng dan DIY Aman
-
Timnas Swiss Cerah di Piala Dunia 2026 Gara-gara Gol Tak Terduga Johan Manzambi
-
Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Gelar Open House pada Juli
-
Jakarta Janjikan Kawasan Pedestrian Modern Bebas Genangan di Rasuna Said