Suara Denpasar - Kekhawatiran baru terkait masa depan sepakbola Indonesia muncul ketika kabar mengejutkan datang dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia PSSI.
Arya Sinulingga selaku Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengumumkan jika Drawing Piala Dunia U-20 batal dilakukan di Bali. Hal itu disampaikan olehnya saat menggelar konferensi pers Minggu (26/3/2023) sore.
Adapun keputusan itu datang dari FIFA, setelah Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan penolakannya terhadap kehadiran Timnas Israel di ajang bergengsi tersebut yang sedianya digelar pada Mei-Juni 2023.
Pembatalan ini lantas memunculkan pertanyaan, apakah drawing masih tetap bisa dilakukan di lokasi lain. Terkait hal ini, Arya mengatakan jika PSSI masih belum bisa memberikan kepastian.
Hal itu lantaran dari FIFA sendiri masih belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai rencana tempat dan waktu yang baru.
"Mengenai apakah akan ada drawing di tempat lain dan waktunya ini yang kami akan ke FIFA kadi kami belum bisa memastikan," kata Arya seperti dikutip Suara Denpasar dari YouTube PSSI TV.
Meski begitu, PSSI akan terus berusaha untuk mencari solusi. Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait.
"Yang pasti, Pak Erick Thohir akan berusaha untuk melobi-lobi kepada FIFA," lanjutnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan untuk menggelar acara tersebut di dua negara, misalnya negara tetangga Singapura, Arya menilai itu akan sulit. Sebab sedari awal, pengajuan Indonesia hanya satu negara.
Baca Juga: Drawing Piala Dunia U-20 di Bali Batal, Apa Saja Dampaknya ke Indonesia?
"Jadi enggak ada yang namanya dua negara tiga negara. Bisa saja tapi kemungkinan besar pasti akan ditolak karena Singapura juga tidak mengajukan diri," katanya menjawab pertanyaan awak media.
Namun yang jelas, Arya menegaskan bahwa Erick Thohir akan terus melobi pihak FIFA untuk menemukan jalan tengah.
Sebab walau bagaimanapun juga PSSI tidak ingin sepakbola Indonesia dikucilkan dunia. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal
-
Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru
-
Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket