Suara Denpasar - Dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana (Unud) terus ditindaklanjuti jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.
Selain menetapkan empat orang tersangka, salah satunya adalah Prof. Dr. I Nyoman Gde Antara dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unud Jalur Mandiri.
Kabar terbaru adalah keluarnya pencekalan atas nama saksi Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) yang diperiksa terkait statusnya sebagai Rektor Universitas Udayana periode 2017-2021.
Sontak, masuknya nama Prof. Raka Sudewi dalam status cekal diduga sebagai langkah penyidik sebelum menaikkan status yang bersangkutan.
Dugaan itu menurut pengamat hukum dan aktivis 97 Made "Ariel" Suardana ada benarnya.
"Peluang penambahan tersangka masih terbuka lebar karena peran mantan rektor (Prof. Raka Sudewi) ini cukup signifikan dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri," kata Ariel.
"Dengan dicekalnya mantan rektor ini mengisyaratkan bahwa mantan rektor ini punya andil besar atas terjadinya masalah dalam oungutan berbentuk Sumbangan Pengembangan Institusi ( SPI )," terangnya soal analogi pencekalan oleh kejaksaan.
Apalagi, penyidik Kejati Bali tambah bersemangat untuk membongkar kasus yang menjadi perhatian luas publik Pulau Dewata.
Selain untuk memperbaiki institusi pendidikan, juga penyidik menjawab opini liar yang memojokkan kinerja mereka yang dilayangkan politisi.
Baca Juga: Untuk Kali Kedua, Mantan Rektor Prof. Raka Sudewi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi SPI Unud
"Saya pikir nasibnya akan sama dengan Prof. Antara karena secara perannya ada dalam kasus SPI. Penyidik Kejaksaan baru dianggap sempurna kalau semuanya yang terlibat digiring ke pengadilan untuk membuktikan perbuatan mereka. Nah, disitulah baru dianggap prestasi," tukasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cak Imin Sindir Profesor yang Sudah Masuk Birokrat Tak Lagi Kritis, yang Penting Asal Babe Senang
-
Ada Jakarta! T.O.P Rilis Jadwal Tur Fan Meeting Asia, T.O.P PRE-STUDIO 2026
-
Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara
-
Taufik Hidayat Kencan di Hotel Saat Korban YTR Masih Disekap di Kosan Bandung
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'
-
10 Manfaat Lidah Buaya untuk Wajah Kamu, Atasi Jerawat hingga Eksim
-
Mafia Tanah Kas Desa di DIY Menggila, Sultan HB X: Saya Sendiri yang Meminta Mereka Diproses Hukum!
-
Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!
-
Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?
-
Kabupaten Bekasi Diserbu Sampah Liar