Suara Denpasar - Tampaknya transparasi yang didengungkan Universitas Udayana (Unud) soal dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) hanya omong kosong semata.
Mahasiswa mengaku pihak Rektorat kesulitan untuk merinci karena dana tergabung dalam rekening Unud.
Ketua BEM Unud I Putu Padma menjelaskan, hal ini terungkap ketika pihaknya melakukan sidang rakrat menggugat rektorat.
"Kami diberikan gambaran kalau katanya uang yang masuk digabungkan jadi satu dalam Rekening Udayana, dicampur. Sehingga tidak bisa memberikan transparansi pengunaan SPI karena dicampur," paparnya.
Statmen itu sendiri diungkap oleh Rektor Unud Prof. Dr. I Nyoman Gde Antara. "Nah statemen beliau saya rasa bertentangan, kalau katanya uangnya "masih jongkok, masih ada di kas negara".
Ya katanya dicampur, ini tidak ada komunikasi antara rektorat dengan tim hukum atau bagaimana ya, kalau bisa diketahui ada pemasukan SPI 1.8 M tidak dipakai, berarti bisa dirinci mengenai alokasi SPI-nya dong kemana arahnya. Ya sekali lagi kami menuntut transparansi penggunaan SPI," tegasnya.
Bukan hanya itu, soal kelebihan dana SPI yang dibayarkan mahasiswa karena tidak bisa mengakses nominal sesuai dengan yang mereka isi di formulir.
Sebab, hanya nominal yang lebih besar yang bisa di klik. Pernyataan pihak Unud sebelumnya ada sekitar Rp 1,8 miliar kelebihan dana pembayaran SPI dari mahasiswa dan siap dikembalikan jika ada mahasiswa yang mengajukan klaim.
"Mengenai klaim untuk siap mengembalikan uang (kelebihan) SPI yang "kayanya hanya 1.8m" ini saya rasa masih sangat membingungkan," ungkapnya.
Baca Juga: Wisuda Terganggu, IMISSU-Integrated Management Information System Of Unud Sering Error
Namun begitu, pihaknya sudah menghimpun data rekan mahasiswa yang meminta pengembalian dana SPI.
"Memang belum kami sarankan untuk langsung bersurat ke Rektorat, agar nanti tidak ada statemen "uangnya sudah dikembalikan" dan beberapa hari lalu dari Jubir Unud mengatakan belum ada permohonan. Seperti apa bentuk pengembalian dan mekanismenya masih sangat tidak jelas.
Buat apa ada juru bicara kalau tidak menyampaikan mekanisme pengembalian yang dimaksud, bukan malah menyampaikan belum ada mahasiswa yang memohonkan pengembalian," paparnya soal kejanggalan mekanisme klaim.
"Termasuk kami telah berkoordinasi dengan BEM Fakultas yang di SK Rektor mengenai SPI tidak tercantum program studinya, karena memang ada beberapa aspirasi masuk juga," tandasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
Terkini
-
Pemain Asia Milik Ajax Amsterdam Digoda Klub Italia dan Spanyol
-
15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
-
Israel Sibuk Tepis Rumor Kematian Netanyahu, Ini5Keanehan Video Terbaru PM Israel saat Sapa Warga
-
Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
-
Jelang Lebaran, Inara Rusli Minta Maaf Lagi Pada Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa
-
11 Kata-Kata Lebaran buat Mertua dan Orang Tua yang Menyentuh Hati
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat
-
Sindikat Uang Palsu Rp12 Miliar di Cirebon Digulung Polisi, Sasar Peredaran Jelang Lebaran 2026
-
Seni Memahami Uang di Buku The Psychology of Money