Suara Denpasar - Banyak hal yang perlu untuk segera dibenahi jajaran Universitas Udayana (Unud). Kabar terbaru adalah Integrated Management Information System Of Unud (IMISSU) sering error. Kondisi tersebut tentu mendapat keluhan sejumlah mahasiswa.
Di sisi lain, Rektorat Udayana mengeluarkan kebijakan mendadak, termasuk terakhir mengenai SK Pemusatan Perkuliahan di Jimbaran yang dikeluarkan H-2 hari perkuliahan.
"Memang sangat luarbiasa, namun juga beberapa waktu terakhir, proses akademik ataupun kemahasiswaan di Udayana sering terganggu," kata Ketua BEM Unud I Putu Padma.
"Beberapa waktu lalu "IMISSU" sering error. Saya sendiri tidak bisa mengatakan pasti karena penetapan tersangka (dugaan korupsi SPI Unud).
Saya sendiri tau mengenai asas "actori incumbit probatio, actori onus probandi" kalau saya mendalilkan, saya harus membuktikan.
Ya sepertinya banyak orang yang masih perlu memahami asas ini lagi, banyak sekali berita atau isu yang ditebar mengenai penetapan tersangka terhadap pejabat Udayana.
Namun yang jelas, sistem sering error dan bahkan beberapa hari lalu, banyak kakak tingkat yang ingin wisuda, terhambat karna belum bisa validasi di web "IMISSU" tersebut," paparnya panjang lebar.
Selain itu, sebagai BEM, pihaknya juga mengaku malu terhadap adik-adik mahasiswa yang berprestasi di SMA yang ingin masuk ke Udayana. Bukan hanya karena kasus dugaan korupsi ini, namun juga karna sempat dibuka jalur prestasi, tapi sampai sekarang tidak jelas bagaimana kelanjutannya.
"Dan masih ada beberapa hal lain lagi yang saya rasa terhambat. Ya pada intinya jangan sampai mahasiswa yang menjadi korban," sebutnya.
Baca Juga: BEM Unud Sebut Gubernur Bali Plin-plan Akibat Terlalu 'Sakti' Batalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia
Dan, ingat dia lagi, dari keterangan pers beberapa waktu lalu tim hukum Unud mengenai dibutuhkan tim IT yang memang pas di bidangnya.
"Berarti apakah selama ini pegawai IT Udayana tidak kompeten? atau ada upaya cuci tangan disini. Walau hanya seorang Ketua BEM, saya rasa menjadi tanggung jawab saya kalau ada kesalahan dalam sistem atau pekerjaan tim yang memang menjadi tanggung jawab saya," tanyanya lagi. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur