Suara Denpasar - Paul Bartholomew, wakil rektor Ulster University, menyebutkan bahwa jika melihat kenyataan Tiongkok di dunia saat ini, dapat membuat siswa dapat memperoleh banyak manfaat dalam mempelajari bahasa Mandarin.
Dilansir dari english.news.cn, menurut Paul Bartholomew, belajar bahasa Mandarin dapat secara signifikan meningkatkan peluang siswa untuk mendapatkan pekerjaan berkualitas tinggi. Hal ini ditambah dengan signifikansi internasional setelah lulus.
Dan jika dilihat dalam konteks yang lebih luas, semakin baik orang dan bangsa dapat berkomunikasi satu sama lain, semakin mudah untuk menggabungkan kekuatan demi kebaikan bersama, melampaui perbedaan bahasa dan budaya.
Paul Bartholomew juga percaya, bahwa oleh karena seluruh umat manusia bersaudara, jadi perlu berbagi tantangan yang diberikan planet bumi ini kepada penghuninya.
"Namun, bagaimana kita dapat berbagi tantangan tersebut jika kita tidak dapat berbicara satu sama lain?," Dia bertanya.
“Jadi ya tentu saja, pengetahuan bahasa dan budaya serta perspektif bersama penting bagi orang-orang untuk saling memahami, sehingga bersama-sama kita semua dapat bertanggung jawab atas masa depan kita bersama,” tegasnya, dilansir dari Xinhua, Selasa, (4/4/2023).
Sebagai upaya untuk menghadapi tantangan yang demikian, Universitas Ulster kini menjalin kerja sama dengan beberapa universitas Tiongkok, termasuk Universitas Sains dan Teknologi Shaanxi.
"Kami adalah universitas dari, dan untuk, dunia. Dan China adalah pemain utama di dunia," tegas Paul Bartholomew, sembari melanjutkan, bahwa populasi dan ekonomi China kini berpengaruh di dunia.
Oleh karena itu, universitas yang dipimpinnya melihat peluang untuk bekerja sama dengan China. "Kami sudah melakukannya dengan bermitra bersama institusi di China. Dan kami akan terus melakukannya," katanya.
Baca Juga: Lirik Lagu Blackpink 'How You Like That' dan Terjemahan Bahasa Jawa
Kunjungan Paul Bartholomew ke China ini membuatnya terkesan dengan sambutan ramah dan hangat yang dia terima dari orang-orang di sana.
"Kesan saya tentang China adalah bahwa orang China benar-benar luar biasa," katanya.
Dia juga memuji ketekunan mahasiswa Tiongkok yang ikut ambil bagian dalam program pertukaran yang diselenggarakan oleh Universitas Ulster.
“Banyak dari mereka adalah siswa berprestasi, yang sangat berhasil dalam program kami di sini. Saya pikir itu sangat mengesankan,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya hubungan interpersonal yang kuat, yang membantu mempertahankan kemitraan universitas dengan institusi China selama masa sulit pandemi COVID-19.
"Kerja sama berdasarkan hubungan personal memungkinkan saling pengertian yang lebih baik, berbagi perspektif yang lebih baik, dan mengakui bahwa kita semua berbagi di planet bumi, oleh karena itu kita memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama untuk solusi yang dibutuhkan seluruh penghuni planet bumi," katanya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan