/
Selasa, 04 April 2023 | 09:54 WIB
Potret 9 tim pantai sepak bola Eropa yang lolos ke ANOC World Beach Games 2023 (Instagram: anocworldbeachgames)

Suara Denpasar – Pasca pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 akibat polemik penolakan Timnas Israel yang semakin memanas, kini semua mata tertuju pada ajang ANOC World Beach Games 2023.

Pasalnya, pada World Beach Games yang bakal digelar di Bali ini, akan ada kontingen atlet Israel yang  berlaga di dua cabang olahraga yakni cabang renang perairan terbuka dan cabang basket 3x3. 

Sedangkan, penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 salah satunya dimotori oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Untuk itu, nasib mereka kini menjadi perbincangan publik. 

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace mengaku belum mau memutuskan langkah selanjutnya untuk nasib kontingen Israel. 

Meski sudah belajar dari pengalaman gagalnya Piala Dunia U-20. Namun, Cok Ace belum bisa dengan tegas mengambil sikap terhadap gelaran ajang olahraga di Bali nanti.  

“Itu nunggu arahan dari pusat. Pengalaman yang sekarang (kegagalan Piala Dunia U-20) menjadi pelajaran penting,” tutur Cok Ace, dikutip dari suarabali.id, Selasa (4/4/2023).

Tentunya, Cok Ace juga mengharapkan ajang kompetisi dunia seperti ini bisa berjalan dengan baik, lantaran menurutnya akan menambah wisatawan mancanegara serta menjadi ajang promosi bagi Bali. 

“Harapan kita event-event seperti ini yang mana merupakan strategi pemerintah pusat, kita berharap lebih banyak wisatawan datang ke Bali. Di samping itu juga jangka panjangnya jadi promosi bagi Bali,” pungkasnya. 

Namun, ia tak mau bertindak gegabah dan akan menunggu arahan dari Presiden agar tidak salah kaprah dalam mengambil keputusan. 

Baca Juga: Dukung Ganjar Pranowo & Wayan Koster, Hasto Kristiyanto Singgung soal Prinsip dan Kemanusiaan

“Menunggu arahan dari pusat. Ya, dari presiden dalam hal ini,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, ANOC World Beach Games merupakan kejuaraan multi olahraga pantai terbesar di dunia. Sebelum digelar di Bali, ajang ini lebih dulu diadakan pada 2019 di negara lain seperti Qatar, Doha, dan diikuti 40 negara termasuk Indonesia. 

Kini, Bali dipilih sebagai tempat hajat kompetisi olahraga tersebut di ekspedisi kedua yang rencananya bakal digelar pada 5-12 Agustus 2023 mendatang. (*/Dinda)

Load More