/
Rabu, 05 April 2023 | 12:46 WIB
Putu Bagus Padma Negara didampingi Rizky Dimas Tyo selamu Menteri Koordinator BEM Unud (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Sikap kritis membongkar kejanggalan yang ada di Kampus Universitas Udayana (Unud) terus digelorakan BEM Unud.

Mereka mempertanyakan kemana dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang nilainya fantastis itu mengalir.

Sebab, melihat infrastruktur di Unud masih banyak yang jauh dari kata layak. Bahkan, ada beberapa mahasiswa yang harus belajar dengan cara lesehan.

Kepada wartawan Ketua BEM I Putu Bagus Padma Negara, Rabu 5 April 2023, menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa, tentu pihaknya yang mengetahui kondisi Unud di lapangan.

Bukan politisi yang membuat opini dengan sudut pandang yang jauh dari kenyataan.

"Kami intelektual di Udayana karena kami tahu kondisi Udayana sekarang," katanya.

Ambil contoh misalnya dengan dibangunnya delapan dekanat baru di kampus Jimbaran Unud.

Jelas dia, bahwa gedung itu belum rampung seratus persen dan terkesan dipaksakan.

Mengingat, ada beberapa gedung belum dilengkapi listrik, internet, berikut akses jalan yang masih berbatu yang membahayakan pengajar maupun mahasiswa.

Baca Juga: Makjleb! Giliran BEM Unud Bawa Bukti Dugaan Penyalahgunaan Dana SPI Unud

Menjawab pertanyaan wartawan soal adanya mahasiswa yang kuliah di lesehan karena belum bagusnya fasilitas di Unud. Dia menjawab itu terjadi di Fisip.

"Yang lesehan itu di Fisip. Temen-temen di Fakultas Peternakan gedung-gedungnya banyak yang rusak dan bermasalah," tegasnya.

Jadi, sebagai mahasiswa tentu pihaknya bertanya soal transparansi penggunaan dana SPI yang digembar-gemborkan untuk meningkatkan fasilitas Unud dalam artian gedung untuk proses pembelajaran.

Mengingat pihak Rektorat sendiri tidak bisa merinci karena dana SPI Unud tergabung dalam satu rekening Udayana.

Load More