Suara Denpasar - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) membawa kajian yang diharapkan bisa menjadi bukti baru bagi pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) jalur mandiri penerimaan mahasiswa Unud.
Kajian setebal 40 halaman itu juga menjawab pernyataan Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara pada 17 Maret 2023 ketika bertemu dengan pihak BEM.
Di mana, orang nomer satu di kampus negeri terbesar di Nusa Tenggara itu menyatakan Unud bakal kolaps tanpa dana SPI.
"Kita memberikan dukungan sekaligus barang bukti baru kepada pihak Kejaksaan Tinggi Bali," kata Rizky Dimas Tyo selaku Menteri Koordinator BEM Unud di dampingi Ketua BEM I Putu Bagus Padma Negara, Rabu 5 April 2023.
Khusus soal kajian bahwa Unud akan kolaps jika tidak menerima dana SPI, pihaknya menyatakan itu tidak masuk akal. Baik dari segi pembangunan, ekonomi, dan lain sebagainya.
Jelas dia, kolaps dari definisi katanya berarti bangkrut tidak bisa membayar hutang asetnya disita.
Tapi, dalam kasus SPI ini semua itu terbantahkan. Perlu juga diingat, dalam sejarah Indonesia tidak ada PTN yang kolaps atau bangkrut.
Begitu juga jika bicara prestasi yang meningkat dengan adanya SPI? Berdasar kajian pihak BEM kondisinya malah cenderung menurun.
Di mana sebelum ada pungutan SPI yakni tahun 2017 ke bawah. Rasio prestasi Unud meningkat dan cenderung turun periode 2018, di mana SPI mulai diberlakukan.
"SPI tidak bisa menjadi indikator prestasi apakah mahasiswa berprestasi atau tidak," tegasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
-
Usai Bacok Kepala Kampung di Lampung Tengah, Pelarian Adik Ipar Berakhir di Tangan Polisi
-
Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman
-
Melanie Subono Makin Geram Dengar Pembelaan Pelaku Pelecehan FH UI
-
Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat
-
7 Sunscreen yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Atasi Flek Hitam
-
Ramalan Zodiak Hari Ini 16 April 2026: Energi Positif, Fokus Meningkat, dan Peluang Tak Terduga
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini
-
Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat
-
Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir