Suara Denpasar - Kabar mengejutkan, dikabarkan Persib mendapat sanksi gila usai ricuh suporter saat laga melawan Persis Solo.
Laga Persib VS Persis Solo pada Selasa, (4/4/2023) lalu di stadion Pakansari Bogor memang sempat terganggu akibat adanya gesekan antara kedua suporter.
Namun apakah benar klub Maung Bandung mendapatkan sanksi atas kericuhan tersebut?
Kabar itu diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube Lingkar Football, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Jum'at, (7/4/2023).
Kabar tersebut diunggah dalam bentuk video berdurasi 2 menit 23 detik pada Kamis, (6/4/2023), hingga saat ini sudah ditonton 33 ribu kali.
Video itu berjudul 'Sanksi Gila yang Didapat Persib! Usai Ricuh Suporter di Laga VS Persis Solo, 5 Kartu Kuning VS Persija'.
Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran guna mendapatkan informasi sebenarnya dari kabar yang beredar tersebut.
CEK FAKTA
Setelah diputar, narator dalam video itu menjelaskan sanksi yang didapat Persib Bandung usai laga melawan Persija pada 31 Maret 2023 lalu usai banjir kartu kuning.
Baca Juga: Gagal di Piala Dunia U20, Ganjar Pranowo Sebut Akibat Kegagalan PSSI Lobi FIFA
Kemudian sang narator menyampaikan bahwa Persib pasti akan mendapatkan sanksi tambahan usai suporter ricuh saat laga melawan Persis Solo pada Selasa, 4 April 2023 lalu.
"Persib pasti akan mendapatkan sanksi tambahan akibat ulah suporter di laga Persib vs Persis Solo," ujarnya menyampaikan.
Akan tetapi dalam video itu tidak dibuktikan bahwa Persib Bandung mendapatkan sanksi gila usai kericuhan suporter tersebut, tidak disebutkan juga sumber informasi yang kredibel.
Ditelusuri melalui situs resmi persib.co.id dan pssi.org, tidak ditemukan informasi dikeluarkannya sanksi gila terhadap Maung Bandung atas insiden suporter itu sebagaimana disampaikan pada judul kanal YouTube tersebut.
Selain itu, pada thumbnail video juga ditampilkan foto pihak Komdis PSSI memegang kertas bergambar logo Persib Bandung.
Setelah ditelusuri, foto itu merupakan editan. Faktanya foto asli menunjukan bahwa kertas yang dipegang Komdis PSSI tidak ada logo klub Maung Bandung.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Done Deal! Persib Bandung Datangkan Bek Tangguh Asal Spanyol, Enric Saborit?
-
CEK FAKTA: Persib Bandung Jor-Joran! Gelontorkan Dana Besar untuk Gelandang Serang Argentina, Siapa?
-
CEK FAKTA: Henhen Herdiana Gabung Dewa United, Pemain Ini Resmi Tinggalkan Persib Bandung?
-
Cek Fakta: Resmi! Stefano Lilipaly Bergabung dengan Persib Bandung Musim Depan, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI, Akses Langsung dari BRImo
-
Tutorial Wangi Bunga Sepanjang Hari: Biar Bau Opor Gak Nempel di Baju Lebaran Kamu
-
Imsak Palembang Hari Ini 17 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Batas Sahur
-
Imsak Bandar Lampung 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Imsak Jakarta 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Mudik Bukan Lagi Pilihan Utama? Banyak Keluarga Pilih Rayakan Lebaran dengan Staycation di Hotel
-
Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic
-
48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan