- Pejabat militer Iran, Mohammad Jafar Asadi, menyatakan bahwa konflik baru dengan Amerika Serikat kemungkinan besar akan segera terjadi kembali.
- Serangan antara AS dan Iran pada 28 Februari memicu ketegangan di kawasan Teluk serta penutupan jalur Selat Hormuz.
- Pemerintah Iran mengajukan proposal baru kepada Pakistan untuk melanjutkan negosiasi damai guna mengakhiri konflik perang dengan Amerika Serikat.
Suara.com - Seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan bahwa konflik baru dengan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi, menurut kantor berita semi-resmi Fars.
Hal tersebut ditegaskan wakil inspektur markas militer, Mohammad Jafar Asadi.
“Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi, dan berbagai bukti juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi komitmen atau perjanjian apa pun,” kata dia dalam pernyataan, Sabtu (2/5/2026).
“Tindakan dan pernyataan para pejabat AS sebagian besar berorientasi pada media, yang bertujuan pertama untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk keluar dari situasi sulit yang mereka ciptakan sendiri,” tambahnya.
Asadi menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran dalam kesiapan penuh untuk menghadapi setiap petualangan baru dan salah perhitungan oleh Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan yang diikuti dengan pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April, tetapi kesepakatan tidak tercapai.
Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru, atas permintaan Pakistan.
Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, Teheran pada Kamis mengajukan proposal baru kepada Pakistan untuk melanjutkan negosiasi dengan AS guna mencapai kesepakatan mengakhiri perang.
Baca Juga: Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
Kendati demikian, masih belum jelas apakah upaya untuk menghidupkan kembali perundingan tersebut akan berhasil.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026