Suara Denpasar - Presiden Jokowi dikabarkan pernah mengunjungi rumah Ida Dayak, seorang perempuan ahli pengobatan alternatif yang saat ini tengah menjadi buah bibir publik.
Kemampuan Ida Dayak dalam urusan mengobati pasien yang lumpuh, alami patah tulang, hingga stroke memang tidak bisa dianggap enteng.
Namun benarkah berkat kemampuannya tersebut membuat Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Ida Dayak?
Dikutip dari kanal YouTube ASIK GOSIB pada Selasa (11/4/2023) pemilik akun mengunggah video dengan judul: Petcah Tangis Presiden Jokowi, Saat Melihat Rumah Ibu Ida Dayak yang Lagi Viral.
Video yang telah ditonton sebanyak 1000 kali itu berhasil menyita perhatian publik dengan menempelkan beberapa foto pada Thumbnail video, seperti seorang pembawa acara stasiun televisi CNN, Presiden Jokowi, Ida Saya, dan warga di samping sebuah rumah.
Konten dengan durasi 4 menit 28 detik itu kemudian memberikan kalimat penegasan, yakni: Petcah Tangis Presiden Jokowi Saat Melihat Rumah Ibu Ida Dayak Wanita Sakti Asal Kalimantan Timur.
Lalu apakah informasi tersebut benar? Berikut faktanya.
CEK FAKTA
Dari hasil penelusuran video yang diunggah pada Senin (10/4/2023) itu terdapat beberapa kejanggalan, diantaranya:
1. Kesesuaian Judul dan Isi Konten
Apabila ditelusuri dari judul yang disematkan pada konten maka seharusnya konten tersebut berisi video Presiden Jokowi yang menangis saat mengunjungi rumah Ida Dayak.
Baca Juga: Viral, Ustaz Abdul Somad Bongkar Kedok Ibu Ida Dayak
Sementara, pada video yang diunggah pemilik kanal YouTube Asik Gosib hanya menyampaikan narasi latar belakang dan proses pengobatan yang dilakukan Ida Dayak.
Artinya, tidak ada kesesuaian antara judul yang disematkan, yaitu Petcah Tangis Presiden Jokowi, Saat Melihat Rumah Ibu Ida Dayak yang Lagi Viral dengan isi konten yang dijelaskan oleh narator.
2. Relevansi Konten
Pada Thumbnail video terdapat seorang pembawa berita CNN beserta foto Presiden Jokowi yang sedang menangis, Ida Dayak dan warga di samping sebuah rumah.
Seolah informasi tersebut publikasikan oleh Stasiun Televisi CNN, namun faktanya tidak ada relevansi antara Thumbnail dengan konten yang dibawakan.
3. Thumbnail
Foto thumbnail tersebut menyertakan gambar Presiden Jokowi sedang menangis. Padahal, konteks saat itu adalah ketika melihat korban bencana alam di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Nusa Tenggara Timur pada Juamt (9/4/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
11 Ucapan Sungkeman Lebaran dari Anak ke Orang Tua, Kata-Kata Tulus Penuh Doa
-
Pentagon Umumkan Korban Tewas di Perang Iran, Menhan: Akan Banyak Warga AS Pulang dengan Peti Mati
-
Teka-teki Rumah Aneh: Misteri Kamar Tanpa Jendela dan Pergelangan Tangan yang Hilang
-
Daftar Rest Area Tol Trans Jawa yang Punya SPKLU, Mudik 2026 Makin Tenang Pakai Mobil Listrik
-
6 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar di Sulsel
-
Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran
-
5 Rekomendasi Takjil Warna Biru yang Unik untuk Buka Puasa, Cantik dan Instagramable
-
Tunik Bini Sah Modelnya Seperti Apa? Viral Jadi Tren Baju Jelang Lebaran 2026
-
8 HP Kamera Terbaik dari yang Termurah hingga Flagship, Mulai Rp1 Jutaan
-
Reaksi Bojan Hodak usai Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia