Suara Denpasar - Gibran Rakabuming Raka berani lawan PDIP dan Ganjar Pranowo soal Piala Dunia U-20.
Perlawanan itu disampaikannya secara halus kepada petinggi-petinggi PDIP termasuk Sekjen dan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah.
Alih-alih mengikuti sikap partai pengusungnya yang menolak Timnas Israel datang ke Indonesia, ia berani melawan dan bersikap tegas dengan menyampaikan perbedaan pendapat.
Pernyataan itu disampaikan Gibran secara eksklusif dalan salah satu acara talk show Rosi kemarin malam, pada Kamis (13/4/2023).
Dalam wawancara itu Wali Kota Solo tersebut menyampaikan secara langsung perasaannya kepada Rosi soal batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Menurutnya, Indonesia sudah mempersiapkan event tersebut sejak lama, akan tetapi sangat disayangkan harus dibatalkan dan diambil begitu saja kesempatan tersebut.
"Bukan cuma sedih, tapi juga marah!," ujar Gibran dilansir dari kanal YouTube KOMPASTV pada Jum'at, (14/4/2023).
Gibran menjelaskan bahwa Indonesia telah mempersiapkan segalanya selama bertahun-tahun, sangat disayangkan peluang itu harus diambil negara lain begitu saja.
"Ya karena ini sesuatu yang sudah kita persiapkan bertahun-tahun tiba-tiba diambil begitu saja," ujarnya melanjutkan.
Baca Juga: Akui Kesal Piala Dunia U-20 Batal Digelar, Gibran Rakabuming Akhirnya Minta Maaf
Gibran melanjutkan bahwa dirinya telah menghubungi petinggi partai PDIP dan Ganjar Pranowo untuk memberikan pernyataan dan pandangan yang berbeda.
Menurutnya sebagai tuan rumah ia memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugasnya kala itu, dan tegas berbeda pendapat dengan partai.
"Saya sudah izin pimpinan-pimpinan, izin pak Gubernur (Jawa Tengah), waktu itu juga izin pak Sekjen, pak mohon maaf, saya sebagai tuan rumah akan berstatement seperti ini (berbeda)," ujarnya menyampaikan.
"Bukan masalah beda bukan masalah cari sensasi! Ini kewajiban sebagai tuan rumah," ujarnya menegaskan.
Batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 merupakan keputusan FIFA setelah adanya gelombang penolakan terhadap Timnas Israel.
Gelombang penolakan itu datang dari dua pejabat daerah, yaitu Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster, serta beberapa Ormas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Cuma Rp106 Juta! Kejari Bogor Lelang Mobil Suzuki XL7 Rampasan Negara, Cek Cara Ikutnya
-
Hari Ini BRI Bayar Dividen, Segini Jumlahnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Idul Adha Ada Cuti Bersama atau Tidak? Ini Daftar Hari Libur Mei 2026
-
Sony Xperia 1 VIII Segera Debut, Pakai Chip Terkencang Qualcomm dan Fotografi Premium
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Film Pesta Babi Tentang Apa? Pemutarannya Dibubarkan Kampus Unram Bikin Mahasiswa Geram