Otomotif / Mobil
Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB
Ilustrasi Logo Hyundai. (Foto: Hyundai)
Baca 10 detik
  • Hyundai mencatat rekor pendapatan sebesar KRW 45,94 triliun pada kuartal pertama 2026 berkat tingginya penjualan kendaraan hybrid global.
  • Laba operasional perusahaan turun 30,8 persen menjadi KRW 2,51 triliun akibat pengaruh kebijakan tarif yang diterapkan di Amerika Serikat.
  • Hyundai meningkatkan pangsa pasar global menjadi 4,9 persen seiring dengan pertumbuhan penjualan segmen kendaraan listrik sebesar 14,2 persen.

Suara.com - Hyundai Motor Company mengumumkan kinerja bisnis kuartal pertama 2026 dengan hasil yang sangat memuaskan. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini berhasil meraup pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan seiring dengan kuatnya momentum penjualan kendaraan hybrid di berbagai belahan dunia.

Dalam keterangannya, pendapatan Hyundai naik 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan mencatat angka fantastis KRW 45,94 triliun. Pencapaian tersebut mencerminkan daya saing Hyundai yang semakin solid pada model-model kendaraan bernilai tinggi meskipun kondisi ekonomi global masih dinamis.

Namun di sisi lain, laba operasional Hyundai pada kuartal pertama tercatat sebesar KRW 2,51 triliun atau mengalami penurunan 30,8 persen. Penurunan ini terutama dipicu oleh dampak kebijakan tarif di Amerika Serikat selama periode tersebut.

Laba bersih perusahaan juga terkoreksi 23,6 persen menjadi KRW 2,58 triliun dengan margin laba operasional berada di angka 5,5 persen. Dari segi volume, penjualan wholesale global pada periode Januari hingga Maret mencapai 976.219 unit atau turun tipis 2,5 persen.

Meski demikian, pangsa pasar global Hyundai justru meningkat dari 4,6 persen menjadi 4,9 persen. Di pasar strategis seperti Amerika Serikat, posisi Hyundai semakin kokoh dengan kenaikan pangsa pasar mencapai 6 persen. Lini kendaraan elektrifikasi menjadi pendorong utama performa perusahaan.

Penjualan kendaraan listrik meningkat 14,2 persen menjadi 242.612 unit. Secara khusus, penjualan model EV mencapai 58.788 unit dan model hybrid atau HEV menembus 173.977 unit.

Kontribusi kendaraan elektrifikasi ini menyumbang 24,9 persen dari total penjualan global yang menjadi rekor tertinggi sepanjang masa bagi perusahaan secara kuartalan.

Sebagai bentuk komitmen kepada investor, Hyundai mengumumkan pembagian dividen sebesar KRW 2.500 per saham biasa. Langkah ini sejalan dengan program peningkatan nilai pemegang saham yang telah dicanangkan sejak tahun 2023.

Hyundai Motor menargetkan pertumbuhan yang lebih kuat melalui peluncuran sejumlah model baru sepanjang tahun 2026. Perusahaan juga terus memperkuat disiplin internal dan strategi mitigasi risiko untuk menjaga fokus pada pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga: Media China Ungkap Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Hybrid, Dua Raksasa Global Jadi Kunci

Load More