Suara Denpasar – CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi tampaknya tidak puas dengan hasil yang diraih laskar Mahesa jenar di musim BRI Liga 1 2022/2023.
Untuk itu, Yoyok Sukawi berjanji akan mengarahkan kekuatannya untuk prestasi klub kebanggan Panser Biru dan Snex serta warga semarang dan sekitarnya.
Sleian menjanjikan itu, Yoyok Sukawi juga menceritakan hasil buruk PSIS Semarang sepanjang gelaran Liga 1 disebabkan oleh beberapa faktor.
Meski demikian ia mengaku bersyukur bisa melewati kompetisi di tengah kesulitan kesulitan yang dihadapi.
“Alhamdulillah kelar juga Liga 2022/2023, liga penuh tantangan, berat beban klub menanggung bencana sepak bola nasional 3 tahun berturut2 semenjak pandemi hingga kanjuruhan, namun Alhamdulillah PSIS masih diberi kekuatan mampu bertahan ditengah bencana finansial liga Indonesia.”
Demikian kata Yoyok Sukawi dilansir Suara Denpasar dari unggahan instagram pribadinya, @yoyok_sukawi, Jumat 14 April 2023.
”Start bagus pramusim, selanjutnya badai cedera menimpa tim silih berganti, terseok seok hingga akhir musim akhirnya finish papan bawah, prestasi terburuk semenjak psis kembali promosi ke liga 1 th 2017.”
Atas hasil itu, Yoyok Sukawi pun menyampaikan permohonan maaf karena tak mampu memberikan hasil yang terbaik.
Namun demikian ia menjanjikan hasil yang baik di musim mendatangkan dengan berbekal pengalaman di musim ini.
Baca Juga: Bikin Geger! Millen Cyrus Posting Foto Hanya Pakai Bra
“Saya lah yang harus bertanggung jawab dan disalahkan atas kegagalan musim ini,” kata Yoyok Sukawi yang juga anggota DPR RI itu.
“Selanjutnya untuk menjawab semua kegagalan musim ini insya Allah saya mengerahkan kemampuan terbaik untuk bangkit musim depan. Bismillah,” tutupnya. ***
Berita Terkait
-
Finish di Bawah Persis, Taisei Marukawa Bertekad Bawa PSIS Semarang Juara Musim Depan
-
Bali United Raih Kemenangan Dramatis Lawan PSIS, Teco Apresiasi Kerja Keras Pemain
-
Berbakat! Panser Biru Pertanyakan Nasib Wonderkid PSIS Semarang Ini, Persib Bandung Siap Rebut Lagi?
-
PSIS Semarang Deal? Inilah Profil Nikola Kovacevic, Pemain Asing Baru dari Al Nasr Benghazi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026