/
Minggu, 16 April 2023 | 10:00 WIB
Siaga Pertamina Patra Niaga Mempermudah Mudik Idul Fitri 2023 (Screenshot zoom meeting Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus)

Suara Denpasar - Momen libur Idul Fitri 1444 H tahun 2023 menjadi kesempatan bagi perantau untuk kembali berkumpul bersama keluarga. 

Menghadapi momen tersebut, Pertamina membentuk Satgas RAFI Pertamina Siaga mulai tanggal 1 April - 2 Mei 2023 yang akan memonitor secara ekstra untuk menjamin distribusi kesiapsiagaan seluruh lembaga penyalur, baik BBM maupun LPG. 

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, melalui executive GM Pertamina Patra Niaga, Dwi Puja Ariestya mengatakan untuk menjaga kelancaran mudik, pihaknya menambah layanan berupa 100 Motorist Pertamina Delivery Service dan 15 Kantong BBM berbentuk Mobil Tangki (Mobile Storage) se-Jatimbalinus yang akan siaga pada titik-titik rawan kemacetan, bencana dan konsentrasi pemudik. 

Selain itu, ada 10 Kiosk Modular Dispenser untuk 10 titik Rest Area yang tidak memiliki SPBU, menyiagakan 13 SPBU di Jalur Tol dan 1075 SPBU dan 764 Agen LPG Siaga di Jalur Non Tol dengan menambah jam operasional mereka.

Sementara, khusus jalur tol, Dwi Puja mengatakan disediakan 3 rumah singgah untuk membantu mengurangi kecelakaan akibat faktor kelelahan. 

"Nanti pada rumah singgah tersebut tersedia dokter untuk mengecek kondisi kesehatan pemudik dan tempat istirahat sementara bagi pemudik," kata Dwi Puja melalui meeting zoom pada, Jum'at (14/4/2023).

Dwi Puja mengatakan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebih di awal karena bahan bakar dipastikan selalu tersedia.

"Kami pastikan stok BBM di jalur-jalur mudik aman," yakinnya.

Selain dari pada itu, Dwi Puja menjelaskan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melakukan serangkaian proyeksi kalkulasi dan memprediksi kenaikan konsumsi pada momen Ramadhan dan Idul Fitri 2023.

Baca Juga: Begini Komentar Luis Milla Usai Persib Dibantai Persikabo, Perpisahan Manis I Made Wirawan Gagal

Untuk sektor transportasi BBM jenis Gasoline (bensin) terdapat kenaikan konsumsi sebesar 7,1% dari rerata normal 17.963 kilo liter, Gasoil (diesel) turun sebesar 10,6% dari rerata normal 8.119 kilo liter.

Konsumsi BBM Khusus KAI naik sebesar 4,5% dari rerata normal 143 kilo liter \ sedangkan untuk angkutan via laut turun sebesar 5% dari rerata normal 605 kilo liter. Hal tersebut dikarenakan terdapat kenaikan untuk angkutan penumpang namun bersamaan diiringi penurunan transportasi barang via laut yang signifikan pada momen tersebut sehingga secara total turun.

Sementara, konsumsi Avtur untuk penerbangan naik sebesar 13,3% dari rerata normal 2428 kilo liter seiring dengan frekuensi penerbangan yang meningkat.

Lebih kanjut, sektor domestik rumah tangga, kenaikan konsumsi LPG diprediksi meningkat sebesar 7,9% dari konsumsi normal 5,787 Metrik Ton. Terdiri dari LPG 3kg naik sebesar 7,3% dari konsumsi normal 5614 Metrik Ton dan LPG Non Subsidi naik 27,4% dari konsumsi normal 173 Metrik Ton.

"Masyarakat kami harapkan agar selama perjalanan tidak menemui kendala pada mesin kendaraan dapat melakukan pembelian bahan bakar berkualitas seperti Pertamax Series dan Dex Series," pungkasnya.(Rizal/*) 
 

Load More