/
Selasa, 18 April 2023 | 16:35 WIB
Terus Merosot! Elektabilitas Ganjar Pranowo Masih Kalah Jauh dari Prabowo Subianto

Suara Denpasar – Elektabilitas Ganjar Pranowo di dunia politik masih terus merosot usai kontroversi pernyataannya tentang Piala Dunia U-20. 

Penilaian ini diketahui melalui survei terbaru yang dilakukan oleh Center for Political Communication Studies (CPCS) pada April 2023. 

Berdasarkan survei tersebut, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kini menjadi kandidat dengan elektabilitas tertinggi, menggeser posisi Ganjar di deret teratas. 

“Elektabilitas Ganjar anjlok hingga tersalip oleh Prabowo,” beber peneliti senior CPCS Hatta Binhudi, dikutip dari Suara Cianjur, Selasa (18/4/2023)

Elektabilitas Prabowo Subianto mengalami kenaikan dari 22,7 persen pada Februari menjadi 24,3 persen pada hasil survei bulan April ini. 

Sementara Elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami penurunan dari 25,6 persen pada Februari menjadi 23,7 persen pada bulan April. 

Menyusul nama Prabowo dan Ganjar, Anies Baswedan memuncak di urutan selanjutnya. Mantan gubernur DKI Jakarta ini termasuk salah satu tokoh politik yang mempunyai elektabilitas stagnan dengan perolehan 21,7 persen. 

Menurut keterangan Hatta, penurunan elektabilitas Ganjar tidak terlepas dari kontroversi pencabutan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). 

Pasca pembatalan tersebut, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) mengajukan proposal untuk membentuk koalisi besar. 

Baca Juga: Meru Kimura Dikembalikan ke RANS Nusantara FC, Ini Pesan CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi

Namun, masih ada tarik-menarik apakah PDI Perjuangan bakal bergabung atau justru akan mengajukan calon presiden sendiri. 

Meskipun Ganjar Pranowo kian santer disebut sebagai bakal calon presiden terkuat dari PDI Perjuangan, tetapi elit partai masih enggan mengungkapkan dukungan terhadapnya. 

Apalagi setelah penolakannya terhadap Timnas Israel yang berimbas pada pembatalan Piala Dunia U-20, rasa suka publik terhadap sosok Gubernur Jawa Tengah itu juga semakin mengikis. (Rizal/*)

Load More