Suara Denpasar - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais blak-blakan menyebut Ganjar Pranowo berbahaya saat berbicara tentang Pilpres 2024.
Hal ini bermula ketika dia diminta memilih untuk mendukung siapa jika Anies Baswedan gagal dalam pencalonan presiden.
Amien Rais pun lebih memilih Prabowo Subianto daripada Ganjar Pranowo. Menurutnya, Ganjar adalah tokoh yang berkaitan dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Jika Ganjar terpilih, Amien Rais khawatir dia akan menjadi melanjutkan pemerintahan saat ini ketika menjabat nantinya.
"Kalau berandai-andai, very easy, easy answer, Prabowo is all choices, yang jelas bukan Pak Ganjar," kata Amien Rais sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Senin (17/4/2023).
Dia melanjutkan, "Pak Ganjar adalah the continuity of this present rezim dan itu akan berbahaya. Menurut saya gitu loh."
Amien Rais kemudian menjelaskan alasannya mendukung Prabowo jika Anies gagal nyapres. Selain pernah menjadi pendukung Prabowo di Pilpres 2019, Amien Rais juga sudah mengetahui kelebihan dan kelemahannya.
Untuk ini, dia berkata, "Misalkan ini pak Anies tidak dapat tiket kemudian tinggal pak Prabowo dan pak Ganjar, ya, hampir bukan hampir otomatis kita dukung Prabowo karena kita sudah tahu lah kelebihan dan kelemahnnya dan lain-lain."
Namun jika Anies berhasil maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024, Amien Rais tetap akan memberi dukungan padanya.
Baca Juga: Cek Fakta: SBY Akhirnya Diamankan KPK, Keputusan Anas Gandeng Yusril Berbuah Manis, Benarkah?
"Oh, iya, iya (dukung Anies)," tandasnya.
Sementara itu, Ganjar Pranowo belum lama ini menuai banyak kritikan karena menolak kedatangan timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang sedianya akan digelar di Indonesia.
Hal itu disebut-sebut jadi alasan utama FIFA mencabut status Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20. Alhasil, simpati publik terhadap isu pencalonannya sebagai presiden RI mulai berkurang.(*)
Berita Terkait
-
Ganjar Pranowo Dituding Tunjukkan Loyalitas ke Partai PDIP Siasat Dapatkan Tiket Maju Capres 2024, Begini Jawabnya..
-
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Beri 'Ancaman' Tegas Saat Pelantikan ASN Jateng: Kalau Nanti Saya Temukan...
-
Sepakat dengan PDIP, Ganjar Pranowo Tolak Timnas Israel Atas Perintah Megawati?
-
Eksklusif! Najwa Shihab Cecar Ganjar Pranowo Soal Piala Dunia U-20: Ini Perintah Ibu Mega?
-
Komentar Ganjar Pranowo Usai Timnas Indonesia Gagal Tampil di Piala Dunia U20: 'Kecewa, Sudah Siapkan Sejak Awal'
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati