/
Selasa, 18 April 2023 | 22:10 WIB
Tegas! Buya Yahya Kecam Penetapan Nasab Melalui Tes DNA: Tidak Ada di Dalam Islam (YouTube Al-Bahjah TV)

Suara Denpasar – Tes DNA (deoxyribonucleic acid) bagi sebagian orang mungkin sudah tak asing.

Tes ini diketahui sebagai cara untuk mengetahui garis keturunan seseorang atau adanya risiko penyakit tertentu pada tubuh.

Dilansir dari laman hellosehat.com, tes DNA dilakukan guna mengidentifikasi perubahan pada gen, kromosom, atau protein dalam tubuh.

Sementara, DNA itu sendiri adalah molekul yang menyimpan seluruh informasi genetik dan membawa instruksi untuk fungsi tubuh. 

Tes DNA ini juga merupakan sebuah kebijakan yang boleh dilakukan oleh praktisi kesehatan atau pun dokter yang memiliki kapasitas di bidang tersebut.

Lantas bagaimanakah di dalam pandangan islam sendiri tentang tes DNA ini dengan tujuan untuk mengetahui nasab seseorang? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam menetapkan suatu nasab, tentunya membutuhkan ilmu.

“DNA tidak masuk dalam hal tersebut,” ujar Buya Yahya dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (13/4/2023).

“Urusan nasab jangan dihubungkan dengan DNA,” tegas Buya Yahya menambahkan.

Baca Juga: CEK FAKTA: Terungkap! Sosok Asli Ibu Ida Dayak Dibongkar Penceramah Buya Yahya, Benarkah?

Menurut Buya Yahya, kalau urusan nasab sudah ada pembahasan khusus di dalam islam. “Hati-hati, bahaya sekali nanti.”

“Sebab kalau DNA itu gak kenal akad nikah. Biar pun gak nikah, DNA bisa saja nyambung tidak ada pernikahan. Sementara di dalam islam ada namanya pernikahan yang sah,” terangnya.

Buya Yahya kembali menegaskan tentang pentingnya sebuah nasab dalam islam dan tidak memerlukan adanya tes DNA yang justru bisa membahayakan nasab itu sendiri.

“Karena untuk menentukan sebuah keturunan, cukup merujuk pada pernikahan yang sah," ujar Buya Yahya.

Buya Yahya melanjutkan bahwa syariat islam ini sudah memberikan keterangan yang jelas bahwa pernikahan yang sah, sekali pun itu pernikahan di luar islam seperti Nasrani dengan Nasrani yang jika memiliki keturunan nantinya, akan tetap diakui nasabnya di dalam islam.

“Yang jelas DNA tidak bisa dan itu bahaya sekali dan bisa merusak serta membuat orang meninggalkan syariat,” terang Buya Yahya. (*/Ana AP)

Load More