Suara Denpasar - Spasojevic merupakan pemain sepak bola Indonesia naturalisasi, dia kini bermain di kancah sepak bola nasional Indonesia dan tercatat sudah beberapa kali membela Timnas.
Ternyata alasan dirinya pindah menjadi warga negara Indonesia bukan hanya karena urusan sepak bola, akan tetapi ada hal lain yang membuat dirinya memutuskan jadi warga negara dengan bendera merah putih ini.
Alasan lain yang membuatnya pindah ke Indonesia ternyata adalah perpecahan di negara asalnya, perang saudara yang membuat warganya terpecah belah.
Spasojevic menyampaikan bahwa dirinya lahir di Yugoslavia pada tahun 1987, namun kini negara itu sudah terpecah belah menjadi beberapa negara independen.
Diantaranya ialah negara Serbia dan Montenegro, serta beberapa negara lainnya yang juga ikut memisahkan diri menjadi negara sendiri.
Spaso menceritakan bahwa perpecahan itu menyebabkan adanya konflik antar warga negara di sana, kondisi politik seperti itu yang membuatnya merasa resah.
"Banyak perang saudara, yang sekarang semua apa, regret, menyesal ya," ujarnya dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube Esensi TV pada Jum'at, (28/4/2023).
"Menyesal semua, orang muda sekarang kita nggak bisa paham kenapa, kenapa bisa banyak perang saudara, terus banyak pecah, pecah, pecah," ujarnya melanjutkan.
Perpecahan itu menurutnya berdampak pada kehidupan pribadinya dan beberapa warga negara lainnya di sana. Itulah yang membuat dirinya pindah jadi warga negara Indonesia.
Baca Juga: CEK FAKTA: Kejutan Erick Thohir, Shin Tae yong Berpamitan ke PSSI?
"Terus banyak perpecahan di dalam hidup saya, bukan cuma saya, banyak orang di sana.
Spasojevic kemudian menyampaikan bahwa kondisi perpecahan itu tidak ada di Indonesia, meski berbeda-beda, Indonesia tetap satu merah putih.
"Jadi itu yang saya sangat bangga menjadi orang Indonesia, di Indonesia tidak terjadi itu, apapun terjadi, semua orang perbedaan kita adalah satu merah putih," ujarnya menyampaikan.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic Resmi Gabung Persija Jakarta?
-
Efek Spasojevic Absen, Privat Mbarga Harus Lakukan Ini di Bali United vs Persib Bandung
-
Tanpa Spasojevic, Coach Teco Ternyata Punya Mesin Gol Baru Kontra Persib Bandung, Ini Sosoknya
-
Alasan Bali United Tak Memainkan Spasojevic Kontra Persib, Siasat Coach Teco Agar Tak Terbaca Luis Milla?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek