Suara Denpasar - Rocky Gerung nekat boikot pemilu, hal tersebut dilandasi oleh ketidaksetujuan tentang aturan threshold 20 persen dalam Pemilu.
Menurut Rocky, seharusnya threshold dihilangkan menjadi nol persen, alasannya adalah agar setiap orang punya hak untuk maju mencalonkan diri sebagai Calon Presiden.
Gerakan seorang intelektual itu tidak main-main, bukan hanya wacana kini dirinya mengaku telah membentuk Liga Boikot Pemilu yang disingkat LBP.
"Gua lagi bikin gerakan LBP, LBP tuh Liga Boikot Pemilu," ujarnya dalam kanal youtube Noice dilansir Suara Denpasar pada Minggu, (7/5/2023).
Menurut Rocky, sistem Pemilu memiliki kecurangan, dimana orang yang tidak mencapai 20 persen threshold tidak bisa bertanding pada kompetisi demokrasi itu.
"Ya Pemilu curang, lu mau berkompetisi dengan dia, dia sudah punya 20 persen, lu nol gitu mat," ujarnya menjelaskan.
Pendapat itu disampaikannya dalam salah satu podcast obrolan politik, hadir juga Mamat Alkatiri dan dua pembawa acara lainnya dalam acara tersebut.
Rocky Gerung mempersoalkan apabila seseorang harus memenuhi syarat 20 persen threshold, maka ada sebuah kejanggalan.
"Dia belum dipilih udah dapat 20 persen, coba gimana coba?," ujarnya menyampaikan.
Baca Juga: Siap Perkuat Skuad Shin Tae Yong, Ketum PSSI Erick Thohir Bocorkan Progress Naturalisasi Ivar Jenner
Rocky bersikeras bahwa aturan threshold 20 persen meski dibatalkan, menurutnya jika tidak dibatalkan maka sampai kiamat orang yang tidak mencapai ketentuan itu tidak bisa jadi Capres.
"Kalau 20 persen gak dibatalin, artinya sampai kiamat pun lu gak bisa jadi calon presiden," ujarnya melanjutkan.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia
-
Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek
-
Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki
-
Dugaan Aniaya Warga Rupat: Copot Ipda ES Belum Cukup, Anggota Lain Harus Ditahan