Suara Denpasar - Yayasan IDEP Selaras Alam menyoroti banyaknya alih fungsi lahan yang terjadi di Bali. Komunitas yang bergerak menggunakan pendekatan permakultur itu menilai banyak lahan pertanian yang dialihkan.
Direktir Eksekutif IDEP Selaras Alam, Muchamad Awal mengatakan pengalihan lahan pertanian itu tentunya akan berdampak langsung pada ketahanan pangan masyarakat.
"Kami bicara kelokalan. Nah manfaat bagi lokal itu apa dulu misalnya kalau memang masyarakat setempat butuh itu gak masalah. Misalnya kalau jumlah penduduk meningkatkan alih fungsi lahan untuk pemukiman ya gak masalah, tapi bagaimana konsep pembangunan yang lebih ramah lingkungan, yang lebih adaptif dan menjaga ekosistem di sekitarnya," ujar Awal kepada Suara Denpasar di Kubu Kopi jalan Hayam Wuruk, Renon, Denpasar, Bali, Senin (8/5/2023).
Menurut Awal, tidak masalah jika alih fungsi lahan untuk pembangunan itu terjadi pada lahan-lahan yang tidak produktif agar tidak mengganggu lahan produktif yang menunjang ketahanan pangan masyarakat.
Dia memberi contoh bahwa di Bali ketika Covid-19 terjadi sebagian masyarakat kesulitan bahan makanan pokok karena kekurangan pangan. Saat ini saja berdasarkan data banyak kebutuhan masyarakat Bali yang diimpor dari luar Bali.
"Misalnya pengalihan lahan untuk industri pariwisata menjadi penting atau prioritas, okelah. Tapi pemerintah juga harus berpikir bagaimana industri pariwisata ini bisa bermanfaat secara ekonomi dan ketahanan pangan. Terutama kejadian Covid-19 kemarin kan betul-betul ketika pariwisata stop bagaimana keadaan Bali saat itu.
Nah itu yang kita coba turun sebenarnya kekuatan lokal itulah seperti kebutuhan pangan itu terpenuhi, itu udah cukup. Soal industri pariwisata dan industri lainnya itu cuma membackup aja, jadi tidak harus menghilangkan produktivitas di lokal tersebut," sambungnya.
Kata Awal, salah satu alih fungsi lahan di Bali yang dikhawatirkan adalah pembangunan jalan tol yang menghubungkan Gilimanuk-Mengwi.
Pembangunan jalan tol itu mengambil sejumlah lahan hutan Bali Barat yang merupakan satu-satunya hutan di Bali yang selama ini dipakai sebagai food forest oleh masyarakat setempat. Selain hutan ada juga sawah yang dipakai, tetapi tidak ada kompensasi atau pengganti lahan.
Baca Juga: VIRAL, Beredar Video Dua Pria Keroyok Satpam di Bali, Netizen Geram Pembuat Video hanya Tertawa
"Yang saya khawatirkan misalnya jalan tol yah, dia mengambil banyak lahan-lahan produktif sawah itu. Nah itu apakah tergantikan sawah tersebut. Karena produksi beras yang katanya sudah banyak yang diimpor.
Itu baru bicara sawah, belum bicara hutan Bali Baratnya. Satu-satunya hutan di Bali itu hanya ada di Bali Barat. Dan sekarang sudah semakin dipersempit, ditambah lagi dengan pembangunan ini akan semakin sempit. Itu yang kita sedang upayakan agar setiap pembangunan itu bisa memperhatikan lahan yang bisa mempertahankan ketahanan pangan," tandasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?
-
Budget Rp20 Ribuan? 4 Tone Up Cream Tranexamic Acid Bikin Glowing dan Sehat
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan
-
7 Rekomendasi Sunscreen Jepang Terbaik sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
-
Sempat Sebut Febrie Adriansyah Saksi, Kejagung Dikritik Tak Profesional Tangani Kasus Korupsi
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur
-
Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar
-
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju