Suara Denpasar - Jokowi disorot media asing soal pelanggaran HAM di Indonesia, pernyataan Presiden Republik Indonesia itu dipublikasikan oleh salah satu situs berita asing.
Yang disoroti oleh media asing dari Jokowi adalah pendapatnya soal pelanggaran HAM di Indonesia yang terjadi pada masa lampau, yaitu pada masa Orde Baru.
Dimana kala itu masih berlangsung perang dingin antara paham komunisme dan kapitalisme atau liberalisme, antara Amerika Serikat bersama sekutu, melawan Uni Soviet, negara yang sekarang sudah terpecah menjadi beberapa bagian, salah satunya Russia.
Kasus yang disoroti adalah pelanggaran HAM di Indonesia yang menewaskan sekitar 500 ribu orang saat pembantaian pihak-pihak yang diduga bagian dari Partai Komunis Indoensia (PKI).
Berita itu dikabarkan oleh media bbc.com, dengan judul 'Jokowi Ancknowladges Indonesia's Past Human Rights Violations', dikutip Suara Denpasar pada Senin, (8/5/2023).
"Indonesian President Joko Widodo has acknowledged 'gross human rights violations' in his country's history and vowed to prevent any repeat, he cited 12 "regrettable" events, including an anti-communist purge at the height of the Cold War. By some estimates, the massacres killed about 500,000 people,".
"Presiden Indonesia Joko Widodo telah mengakui 'pelanggaran HAM berat' dalam sejarah negaranya dan berjanji untuk mencegah terulangnya. Dia mengutip 12 peristiwa yang "disesalkan", termasuk pembersihan anti-komunis di puncak Perang Dingin. Menurut beberapa perkiraan, pembantaian itu menewaskan sekitar 500.000 orang," tertulis dalam media tersebut.
Media itu mengabarkan bahwa Presiden Jokowi telah mengakui pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia itu, ia mengutip pernyataan Jokowi dan diwartakan melalui medianya.
"Dengan pikiran jernih dan hati yang tulus, saya sebagai kepala negara (Indonesia) mengakui bahwa pelanggaran HAM berat memang terjadi dalam banyak kejadian," ujar Jokowi pada konferensi pers di luar Istana Kepresidenan di Jakarta.
Baca Juga: Profil Fatia Maulidiyanti, Sosok Pembela HAM yang Disomasi Luhut Binsar Panjaitan
Kemudian, Jokowi menegaskan bahwa dirinya akan sepenuh hati memastikan pelanggaran HAM berat tidak akan terulang.
"Saya akan berusaha sepenuh hati untuk memastikan pelanggaran HAM berat tidak pernah terjadi lagi di masa depan," ujarnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Tegas! Tunaikan Kontrak Kerja Gubernur Masa Jokowi, Anies Baswedan: Gubernur Sebelum Saya Tak Menghormatinya
-
Parah! Presiden Jokowi Lagi Ngomong, Gubernur Lampung Bisik-bisik ke Menteri PUPR, Netizen: Dicuekin
-
Presiden Jokowi Blusukan ke Lampung, Warganet Serukan Ini
-
Parah! Tak Tahu Nama Daerahnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Bingung saat Ditanya Jokowi, Warganet: Kebangetan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Hari Ini, Pemegang Saham BBRI Mulai Nikmati Pencairan Dividen
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
Dari YouTube ke Layar Lebar, Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor 'Cerita Lila' ke Bioskop
-
BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Dividen BRI Mulai Dicairkan, Investor Terima Pembayaran Tunai Rp31,47 Triliun
-
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah