Suara Denpasar - Masyarakat yang sering melintas Denpasar tentunya tidak asing dengan aktivitas sejumlah orang yang duduk berderet di sepanjang trotoar jalan Diponegoro dan Hasanuddin.
Mereka adalah pembeli atau pegadaian emas jalanan atau yang mereka sebut sebagai pengamplung. Mereka membeli emas atau menerima jasa bagi masyarakat yang ingin menggadaikan emas.
Para pengamplung itu kebanyakan lansia (lanjut usia) karena mencari kesibukan di usia yang sudah renta. Tapi ada juga yang bekerja sebagai pengamplung sudah berpuluhan tahun.
Seperti Ketut Sriyani (63), Ibu asal Kabupaten Klunglung itu mengaku menjadi pengamplung sudah cukup lama. Kurang lebih 20 tahun.
Berdasarkan penuturan Ketut Sriyani, orang yang biasa menggadaikan emas kepada mereka adalah kenalan dekat atau yang sudah langganan yang tidak ingin ribet pergi ke pegadaian atau toko emas. Selain itu para pengamplung itu menerima gadai dengan harga yang lebih tinggi.
Sementara untuk pendapatan, Ketut Sriyani mengatakan tidak begitu banyak. Biasanya diberikan tambahan 50 ribu dari orang yang menggadaikan emasnya tersebut.
"Misalnya dia gadai dengan harga 700 ribu, pada saat pengembaliannya ada penambahan 50 ribu, jadi kita dapat 50 ribu itu, tapi itupun tidak setiap hari dapat. Sudah sepi sekali sekarang," jelasnya kepada Suara Denpasar, di jalan Diponegoro, Jum'at (12/5/2023).
Selain sepi, Ketut Sriyani pernah mendapat nasib buruk. Dia mengaku ditipu oleh yang tak dikenal sebanyak dua kali dengan modus menjual emas. Kerugiannya mencapai 12 juta. Nasib buruk yang diterima Ketut Sriyani itu terbilang belum lama. Dia menceritakan bahwa kurang lebih seminggu sebelum lebaran 2023.
"Sebelum Lebaran, orang suami istri berkerudung pakai mobil putih, saya gak dikasih tes sama yang laki karena dia bilang ada suratnya. Jadinya saya mau aja karena belum dapat garus. Tau-taunya pas dia pergi saya tes ternyata bukan emas, saya kena 5,5 juta dibawa sama mereka," kisahnya.
Baca Juga: Pemkot Denpasar Turun Tangan soal Gejolak SMPN 5 Denpasar
Tak cukup sampai disitu, Ketut Sriyani mengaku seolah dihipnotis karena seminggu sebelum Lebaran pun dia kembali ditipu. Yang kedua ini adalah dua orang laki-laki menggunakan motor.
Dia pun membeli emas yang di jual oleh kedua laki-laki tersebut tanpa dia tes terlebih dahulu. Padahal selama ini dia selalu tes menggunakan campuran air raksa.
"Yang keduanya kena lagi Lebaran lagi satu minggu kena lagi 6,5 juta sekian, bangkrut saya bangkrut uang saya 12 juta dibawa sama orang," cerita Ketut Sriyani.
Karena sudah 2 kali ditipu, Ketut Sriyani sangat kesal sehingga dia mengumpahi para pelaku agar dikasih ganjaran yang tepat oleh Tuhan. Saat ini dia pun memilih duduk dekat dengan para pengamplung yang lain agar bisa saling mengingatkan.
"Selarang kalau ada yang mau gadai harus saya tes dulu, kalau gak mau dites gak mau saya terima, duduk pun dekat-dekat saja biar tidak kena tipu lagi," tandasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Baim Wong Ungkap Tantangan Satukan Aktor Besar di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo