Suara Denpasar - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah akan segera mengakhiri masa jabatannya pada September 2023. Namun, setelah hampir 10 tahun menjabat, masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di provinsi yang dipimpinnya. Salah satu di antaranya adalah cakupan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang belum mencapai semua penduduk Jawa Tengah.
JKN adalah program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, meskipun telah berlaku selama hampir 9 tahun, belum seluruh warga Jateng tercakup JKN.
Dilansir dari BPS, sampai akhir tahun 2022 baru ada 87,72 persen warga Jawa Tengah yang tercover JKN. Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo belum mencapai rekomendasi dari World Health Organization (WHO) mengenai UHC.
Masih ada sekitar 12,28 persen penduduk Jawa Tengah yang belum tercover JKN. Jumlah ini mencapai sekitar 4,5 juta jiwa.
Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan Dwi Martiningsih membenarkan kondisi tersebut. Dilansir dari Antara awal tahun ini, Dwi menyatakan masih ada 4,5 juta warga Jateng yang belum terlindungi JKN.
"Dari 37 juta penduduk Jawa Tengah, sekitar 4,5 juta orangyang belum terlindungi JKN," aku Dwi saat penandatanganan rencana kerja optmalisasi program JKN antara BPJS dengan Pemprov Jateng di Semarang.
Dwi menyebutkan, dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, baru 11 kabupaten/kota yang sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC), yang minimal cakupannya adalah 95 persen. Sedangkan 24 kabupaten/ kota lain di Jawa Tengah belum mencapai UHC.
Kabupaten/ kota dengan cakupan JKN tertinggi adalah Kota Magelang yang mencapai 99,74 persen, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Blora dengan cakupan JKN sebesar 78,43 persen.
Akankah sampai lengsernya Ganjar Pranowo dar gubernur Jateng bisa menuntaskan PR ini? Gagal menyelesaikan cakupan JKN, kini Ganjar Pranowo menjadi capres dari PDIP. (*)
Baca Juga: Gus Baha Dapat Kunjungan Dari Capres PDIP Ganjar Pranowo, Justru Disentil Menohok Oleh Netizen
Berita Terkait
-
Capres Ganjar Pranowo Sowan ke Gus Muwafiq, Netizen: Anies Baswedan Semakin Terbelakang
-
Demi Roda Perekonomian Desa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Anggarkan Rp48 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Rejosari Magelang
-
Ditanya Boy William soal Jadi Presiden, Begini Respon Ganjar Pranowo
-
Ganjar Pranowo Sapa Warga Surabaya Sambil Lari, Warganet: 'Pilihan tepat jadi atlet marathon'
-
Akademisi Unud Sebut Budi Gunawan Berpotensi Jadi Kuda Hitam Dampingi Ganjar Pranowo
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren
-
Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum
-
Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN
-
Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi
-
Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518
-
Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus
-
Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok