- Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, menanggapi santai viralnya lagu berjudul "MBG" yang merupakan bentuk kreativitas positif netizen.
- Lagu tersebut muncul sebagai apresiasi publik terhadap kinerja Bahlil Lahadalia dalam menjaga kedaulatan energi nasional sejak Selasa (26/5/2026).
- Partai Golkar mendukung karya kreatif tersebut karena dianggap menghibur dan mampu memberikan keceriaan bagi masyarakat luas.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menanggapi santai fenomena viralnya lagu berjudul "MBG" atau "Mas Bahlil Ganteng" yang tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Menurutnya, lagu tersebut merupakan bentuk ekspresi kreatif dari masyarakat.
Sarmuji menilai, munculnya lagu tersebut tidak lepas dari apresiasi netizen terhadap kinerja Bahlil Lahadalia dalam kapasitasnya sebagai menteri.
Ia menyebut dedikasi Bahlil dalam menjaga kedaulatan energi nasional menjadi alasan di balik simpati publik.
"Ya itu bagian dari kreativitas netizen karena menghargai kerja keras Pak Bahlil sebagai menteri yang mengamankan stok BBM di tengah ketidakpastian suplai energi global dan menjaga harga BBM bersubsidi tidak naik," ujar Sarmuji kepada Suara.com, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut, Sarmuji menjelaskan bahwa Partai Golkar tidak merasa terganggu dengan viralnya lagu tersebut.
Sebaliknya, ia memuji sisi artistik lagu yang dianggap membawa suasana positif bagi pendengarnya.
"Jadi kita santai saja. Apalagi lagunya ‘cute’, lucu, dan menghibur," kata dia.
Sarmuji menekankan bahwa bagi Golkar, kebahagiaan masyarakat adalah hal yang utama.
Baca Juga: Setahun Putusan Sekolah Gratis Mangkrak, JPPI Sebut Presiden Melanggar Sumpah Jabatan dan Konstitusi
Jika sebuah karya kreatif seperti lagu "MBG" mampu memberikan keceriaan bagi warga, maka partai berlogo pohon beringin tersebut pun turut memberikan dukungan.
"Kalau lagu tersebut bisa membuat senang warga, Golkar juga ikut senang," pungkasnya.
Sebelumnya, lagu "MBG" (Mas Bahlil Ganteng) mendadak viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Lagu dengan nada yang catchy tersebut banyak digunakan netizen sebagai latar musik video, yang kemudian memicu beragam reaksi positif dari warganet.
Berita Terkait
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
-
Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya
-
Resep Bolu Ketan Gluten Free, Imbas Lagu Viral 'MBG Mas Bahlil Ganteng'
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025
-
Pasar Senen Membeludak! 38 Ribu Warga Jakarta Serbu Kereta Api Demi Rayakan Iduladha di Kampung
-
Tragedi Berdarah di Blok M, WNA MHF Tewas Usai Dihajar Pria Misterius
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi 'Grant'
-
California Terancam Krisis Kimia Usai Ledakan Tangki GKN Aerospace
-
Trump Desak Iran Serahkan Uranium ke AS di Tengah Negosiasi Damai
-
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Bunker, Intelijen AS Klaim Komunikasi Terputus
-
Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026
-
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN
-
Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM