Berkat anjuran gurunya, Simon Rodriguez, dia bertekad pulang ke Amerika Latin untuk mengusir penjajah Spanyol.
Dia kembali ke Venezuela. Dalam waktu bersamaan, Spanyol terdesak karena ditaklukkan Napoleon dari Prancis. Hal itu dimanfaatan pejuan kemerdekaan Venezuela.
Terbentuk pemerntah junta militer. Simon Bolivar menjadi salah satu utusan untuk melobi Inggris.
Dalam perjalanannya, Simon Bolivar menyadari kelemahan pemerintahan junta. Dia menginginkan merdeka 100 persen dari Spanyol dan bentuk negara adalah republik.
Mengajak kawannya, Francisco de Miranda yang merupakan jenderal legendaris yang pernah bertempur dengan Napoleon dan George Washington, dia berhasil memerdekakan Venezuela sebagai negara republik.
Republik itu menghadapi perang melawan tentara Spanyol dan kaum bangsawan Venezuela pendukung Raja Spanyol. Gempa bumi meluluhlantakan republik baru ini. Dia kabur ke Cartagena, New Granada.
Dari Cartagena dia menyiapkan pasukan. Kemudian memulai peperangan dengan Spanyol, untuk pembebasan Venezuela.
Dijuluki El Libertador
Setelah memenangkan pertempuran di sejumlah kota, akhirnya pasukan Bolivar berhasil masuk Caracas pada 1813, dan mendapat julukan El Libertador atau sang pembebas.
Dia membentuk republik kedua. Berbeda dari republik pertama yang federalis. Republik kedua adalah sentralistik dan terkomando. Tapi, perang tak kunjung usai. Pasukan Spanyol dan pendukungnya kembali mengalahkannya pada 1814.
Dia kembali menyingkir. Ke Jamaika, kemudian Haiti, hingga pada 1816 dia kembali berlayar ke Venezuela melanjutkan perang pembebasan.
Bebaskan Budak dan Bagikan Tanah
Yang menarik, agar dapat dukungan rakyat, dia membeaskan Budak, membagikan tanah yang disita dari penguasa Spanyol dan pendukungnya kepada petani miskin. Dia menyerukan persatuan bangsa Venezuela tanpa memandang ras dan kelas.
Strateginya berhasil. Dia memenangkan sejumlah pertempuran di kota-kota yang dilewati dari Kolombia pada 1819.
Bebaskan Lima Negara dari Spanyol
Selain bertempur di wilayah Kolombia dan membentuk Republik Kolombia Raya, dia memerdekakan Ekuador dan Panama dari penjajahan Spanyol.
Pada 1820, Spanyol diguncang revolusi anti-monarki yang membuat Raja Ferdinand VII menerima pembatasan kekuasaan dan pinsip-prinsip liberalisme. Bolivar mengambil momentum itu untuk merebut Caracas pada 1821. Dia memenangi pertempuran dan membebaskan Caracas.
Bolivar menjadi pemimpin sampai 1830 di tengah perpecahan negara-negara yang dibebaskannya. Dia meninggal dunia karena TBC.
Namun, dia tetap dikenang sebagai "Sang Pembebas" dan dikagumi banyak pemimpin Amerika Latin, termasuk mendiang Presiden Venezuela, Hugo Chavez. (*)
Berita Terkait
-
Mengejutkan! Kolonel Wahyo Yuniartoto Penghadang Pelatih Silat Vietnam Ternyata Teman Sejawat Prabowo Subianto, Begini Pengakuannya
-
Viral Usai Hadang Pelatih Silat Vietnam, Kolonel Wahyo Yuniarto Sampaikan Terima Kasih Pada Prabowo Subianto Karena Ini
-
Amunisi Kuat, Prabowo Bertemu Kang Dedi Mulyadi
-
Kang Dedi Mulyadi Akui Gabung Partai Gerindra, Ngegas Kampanye Prabowo Presiden Pengganti Jokowi
-
Kang Dedi Mulyadi Keluar dari Golkar, Prabowo Subianto Beri Sinyal Masuk Gerindra?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga