Suara Denpasar - Masa pemilih punya logikanya sendiri. Meski Golkar mengantongi 17 persen suara lebih di Pemilu 2019, itu tidak linier dengan elektabilitas Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto untuk jadi capres. Dia harus tahu diri.
Dari hasil survei Charta Politika Indonesia baru-baru ini, elektabilitas Airlangga Hartarto sangat rendah. Jauh di bawah nama-nama lain. Elektabilitasnya hanya berada di peringkat 8, dari 10 nama. Hanya lebih baik dari Puan Maharani dan Khofifah Indar Parawansa.
Direktur Charta Politika Indonesia, Yunarto menyebutkan, bagi calon-calon lain yang menduduki peringkat keempat hingga kesepuluh terlalu jomplang dibanding Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
Ketum Golkar, Airlangga Hartarto yang sempat ngebet ingin jadi capres dan mendapat mandat dari Munas Golkar tahun 2019 untuk jadi capres pengganti Jokowi, hanya meraup 0,7 persen. Suaranya masih kalah dibanding Ridwan Kamil, gubernur Jabar yang baru bergabung dengan Golkar dengan torehan 4,8 persen.
Elektabilitas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ini juga masih di bawah menteri Jokowi lainnya, Sandiaga Uno. Menpakerekraf ini mengantongi 1,5 persen. Juga masih kalah dari Erick Thohir, pengusaha yang kini jadi menteri BUMN dan ketum PSSI hanya mendapatkan 1,3 persen dukungan.
Tidak itu saja, Airlangga Hartarto masih kalah moncer daripada Agus Harimurti Yudhoyono, putra dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pria yang kini jadi Ketum DPP Partai Demokrat ini mendapat 0,9 persen.
Seperti disebutkan di atas, elektabilitas Airlangga Hartarto hanya lebih baik dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang mendapatkan 0,5 persen, dan ketua DPR RI, Puan Maharani yang mendapat 0,4 persen.
Menurut Yunarto, para nama potensial dalam calon presiden seperti Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Khofifah Indar Parawansa, dan Sandiaga Uno harus melihat realitas politik di mata publik. Singkatnya mereka harus tahu diri.
"Artinya, peringkat keempat, kelima dan seterusnya saya pikir dengan sisa waktu 5 bulan menjelang waktu pendaftaran KPU, harusnya mulai berfikir dari dulunya ingin membuat koalisi dengan penuh ambisi, sekarang harus membuat koalisi dengan tahu diri," papar dia dikutip dari Suara.com,Senin (15/5/2023).
Baca Juga: Amunisi Kuat, Prabowo Bertemu Kang Dedi Mulyadi
Sebab, dia menyebutkan dalam simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo memimpin dengan angka yang cukup signifikan, meraih 34,6 persen dukungan. Di posisi kedua, Prabowo Subianto mendapatkan 28,1 persen, sedangkan Anies Baswedan menempati peringkat ketiga dengan 21,4 persen.
Sedangkan bila namanya dikerucutkan hanya ada tiga capres atau dalam simulasi 3 nama, Ganjar tetap unggul dengan 38,2 persen, disusul Prabowo dengan 31,1 persen, dan Anies sebesar 23,6 persen.
Yunarto menjelaskan, survei dilakukan pada tanggal 2-7 Mei 2023, lewat wawancara tatap muka secara langsung dengan memakai kuesioner terstruktur. Katanya, jumlah sampel mencapai 1.220 responden yang ada di 34 Provinsi.
Dia mengatakan, metode acak bertingkat (multistage random sampling) dipakai sebagai metodologi dengan margin of error kurang lebih 2.82 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Tempel Ketat Ganjar Pranowo, Anies Tertinggal Jauh, Hasil Survei Charta Politika Mei 2023
-
Ternyata Prabowo Subianto Kagumi Simon Bolivar, Jenderal yang Dikagumi Hugo Chavez, Siapa Dia?
-
Mengejutkan! Kolonel Wahyo Yuniartoto Penghadang Pelatih Silat Vietnam Ternyata Teman Sejawat Prabowo Subianto, Begini Pengakuannya
-
Viral Usai Hadang Pelatih Silat Vietnam, Kolonel Wahyo Yuniarto Sampaikan Terima Kasih Pada Prabowo Subianto Karena Ini
-
Amunisi Kuat, Prabowo Bertemu Kang Dedi Mulyadi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
-
5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hentak Panggung Hammersonic 2026, Vokalis Speed Takjub Lihat Ribuan Hardcore Jakarta
-
Penyelundupan 1.532 Burung dalam Kardus Bekas Digagalkan di Tol Bakter
-
Dituduh Jual Skincare Merkuri, Heni Sagara Seret Buzzer hingga ke Pengadilan
-
Dochi Perkenalkan 'Senjata Baru' Pee Wee Gaskins di Hammersonic 2026, Keyboardist Pindah Haluan
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Milos Raickovic Ungkap Makna Selebrasi Saat Persebaya Menang 4-0 atas PSBS Biak