Suara Denpasar - Para atlet pencak silat Indonesia berhasil membawa 9 medali emas, 6 perak, dan 1 perunggu untuk 17 nomor pertandingan pencak silat di ajang SEA Games 2023 Kamboja dan menggondol 3, medali emas, 5 perak dan 11 perunggu untuk kun bokator.
Yang menarik, para atlet pencak silat Indonesia tersebut ternyata harus memainkan kun bokator, sebuah seni bela diri khas Kamboja yang menjadi cabang olahraga (cabor) baru di SEA Games 2023.
Melansir dari ANTARA, para atlet pencak silat dari Indonesia menjalani latihan kun bokator selama berbulan-bulan. Atlet kun bokator Indonesia Desyla Anggraini mengatakan, dirinya bersama tim harus mempelajari dasar-dasar kun bokator selama tiga bulan, baru memasuki fase panghafalan teknik, pemantapan gerak, hingga pembiasaan dengan peraturan dari seni bela diri tersebut.
Apakah Kun Bokator Sama dengan Pencak Silat?
Pelatih Timnas tuan rumah, Lutfan Santosa menjelaskan, pencak silat merupakan gerak bela diri sempurna yang bersumber pada kerohanian. Konsep seni bela diri Indonesia tersebut, ternyata tak jauh berbeda dengan kun bokator. Tujuan keduanya yakni mengembangkan kekuatan mental dan fisik, serta kedisiplinan para praktisinya. Tentunya dengan melalui tekni pertahanan diri dan filosofi yang tanpa kekerasan.
Apa itu Kun Bokator?
Dipercaya eksis sejak periode Angkor, seni bela diri kun bokator tidak hanya berbicara tentang teknik dan keterampilan fisik. Lebih dari itu, kun bokator juga tentang kedisiplinan mental dan bagaimana para praktisinya dapat menghormati alam dan berperilaku sopan di masyarakat.
Apa Perbedaan Pencak Silat dan Kun Bokator?
Pelatih I Kun Bokator Indonesia Agus Nanag Sunarya mengatakan, yang membedakan antara pencak silat dan kun bokator adalah aturannya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Pasukan Elit TNI Ngamuk Usai Indonesia Dicurangi di Cabor Pencak Silat SEA Games Kamboja
Untuk nomor tarung, perbedaan keduanya ada pada serangan kepala. Di kun bokator, serangan baik berupa pukulan maupun tendangan ke arah kepala adalah hal yang legal. Berbeda dengan di pencak silat yang tidak diperbolehkan.
"Serangan ke kepala itu memiliki poin tinggi yakni tiga, baik pukulan atau tendangan yang memberikan efek untuk lawan. Namun untuk bagian kepala belakang hingga ke tulang ekor itu tidak boleh. Serangan ke badan dan bantingan itu memiliki tiga poin," ujar Agus, dikutip dari ANTARA.
Itulah perbedaan pencak silat dan kun bokator, cabor bela diri yang berhasil diboyong medalinya oleh para atlet pencak silat Indonesia. (*/Dinda)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia