- Gubernur DKI menargetkan inflasi Jakarta 2026 di bawah rata-rata nasional, ditetapkan pada HLM TPID 6 Februari 2026.
- Pertumbuhan ekonomi Jakarta 2025 mencapai 5,21% (melampaui nasional), didorong oleh konsumsi rumah tangga kuartal IV.
- Jakarta Festive Wonders 2025 menghasilkan transaksi Rp15,2 triliun, mendukung sektor akomodasi, makan, dan transportasi.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mematok target ambisius agar laju inflasi di ibu kota pada tahun 2026 berada di bawah angka rata-rata nasional.
Pramono memproyeksikan angka tersebut harus lebih rendah dari ketetapan pemerintah pusat yang berada pada rentang 2,5 persen plus minus 1 persen.
Rencana besar ini mencuat dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2/2026).
"Kami yakin bisa mencapai itu dengan kerja sama yang baik di TPID," ujar Pramono.
Rapat tingkat tinggi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Rano Karno, perwakilan Bank Indonesia, OJK, hingga jajaran Forkopimda guna memantapkan stabilitas harga jelang Ramadan dan Idulfitri.
Optimisme sang gubernur bukan tanpa alasan, mengingat performa ekonomi Jakarta sepanjang tahun 2025 tercatat sangat trengginas.
Berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Jakarta sukses menyentuh angka 5,21 persen atau melampaui pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 5,11 persen.
Lonjakan paling kentara terjadi pada kuartal IV 2025 yang meroket hingga mencapai angka 5,71 persen berkat tingginya konsumsi rumah tangga selama masa libur akhir tahun.
"Bagi saya dan Pak Wagub, juga jajaran Balai Kota, yang paling menggembirakan adalah pada kuartal keempat kami bisa tumbuh 5,71 persen. Artinya, pertumbuhan yang tinggi tersebut dipengaruhi oleh berbagai kegiatan yang kami lakukan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, yang secara signifikan memengaruhi pola masyarakat dalam membelanjakan uangnya," ungkap Pramono.
Baca Juga: Benarkah Beras dan Rokok Penentu Garis Kemiskinan Warga Jakarta?
Salah satu motor penggerak ekonomi yang menjadi andalan adalah perhelatan Jakarta Festive Wonders (JFW) 2025 yang mendorong digitalisasi transaksi secara masif.
"Acara JFW 2025 yang baru selesai pada Januari lalu menghasilkan transaksi sebesar Rp15,2 triliun. Hal ini secara signifikan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta, yang pada triwulan ketiga mengalami pertumbuhan mendekati 5 persen, dan ini jauh di atas 5 persen," kata Pramono.
Dominasi ekonomi Jakarta kian tak tergoyahkan dengan sumbangsih Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 16,61 persen terhadap total nasional pada tahun lalu.
Sektor pariwisata hingga logistik menjadi primadona karena mendapatkan berbagai stimulus fiskal dari pemerintah daerah.
"Sektor-sektor yang tumbuh baik di Jakarta selama 2025 adalah penyediaan akomodasi serta makan dan minum, yang berkali-kali kami berikan insentif dan pembebasan. Ketika diberikan, ternyata pertumbuhannya justru semakin baik. Yang kedua adalah sektor transportasi dan pergudangan, serta jasa lainnya," paparnya.
Ketangguhan ekonomi Jakarta ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan.
"Kita bisa keluar dari masa krisis. Boleh dikatakan pada kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi berada di bawah 5 persen, namun kini dapat melonjak menjadi 5,71 persen. Saya pikir salah satunya karena kepemimpinan yang sangat kuat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Iwan.
Pihak Bank Indonesia berkomitmen akan terus bersinergi dengan Pemprov DKI untuk memastikan gejolak harga pangan dan energi di tahun 2026 tetap terjaga.
"Kami di TPID berkolaborasi dengan sangat solid. Insyaallah, kami akan terus mengawal pertumbuhan ekonomi pada 2026 dan menjaga inflasi tetap terkendali," imbuh Iwan Setiawan.
Berita Terkait
-
Benarkah Beras dan Rokok Penentu Garis Kemiskinan Warga Jakarta?
-
Gegap Gempita Jakarta Sambut Imlek: Ada 'Kuda Raksasa' hingga Festival Barongsai di Sudirman-Thamrin
-
Pramono Anung Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dipercepat: Lima Tiang Sehari!
-
Potret Harmonis Dwitunggal Jakarta: Saat Pramono Beri Pesan Menyentuh di Hari Bahagia Rano Karno
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ulasan Novel Olenka, Obsesi dan Kehampaan Jiwa yang Terasing
-
Kenapa Gelar Bangsawan Menantu Sultan Brunei Raabi'atul Adawiyyah Dicabut?
-
7 Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap pada Sepatu, Bisa Pakai Bahan Rumahan Ini
-
Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun, Apa Penyebabnya?
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?
-
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?
-
Shakira Serukan Rakyat Kolombia Bersatu Hadapi Gempa Bumi Besar
-
Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?
-
Rilis Trailer Perdana, Robert Pattinson Mainkan Dua Peran di Primetime
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal