Suara Denpasar – Persib Bandung dan PSIS Semarang serta klub Liga Indonesia lainnya menyambut baik penambahan kuota pemain asing.
Jika sebelumnya, 3+1 Liga Indonesia 2023/2024 akan bertambah menjadi 5+1 atau 5 pemain bebas dan 1 Asia.
Jika para klub menyambutnya suka cita, termasuk Persip dan PSIS, Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas justru tidak sependapat.
Jauh sebelum penambahan kuota pemain asing di Liga Indonesia, mantan striker Timnas Indonesia itu menyampaikan pendapatnya.
Ia khawatir penambahan pemain asing di lIga Indonesia akan berdampak buruk bagi masa depan timnas.
Di Eranya, pemain asing yang berjumlah 3 orang saja telah merebut posisi yang saat ini Timnas kekurangan pemain striker.
Dan itu telah terjadi, dimana pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong sempat menyebutkan kesulitan mencari pemain striker.
Menurut BP sapaan akrabnya, kesulitan mencari striker bagi pesepakbola indonesia disebabkan oleh aturan Federasi Sepakbola Indonesia.
Yakni kebijakan melakukan penambahan pemain asing di Liga Indonesia.
Baca Juga: Profil Lengkap Cak Fauzi, Kades di Jember yang Viral Mau Nyabup di Bondowoso
Dikatakan BP di awal menjadi pemain sepakbola era 90an hingga 2000an, formasi pemain banyak menggunakan 3-5-2 atau 5-3-2.
“Dengan dua striker. Waktu itu pemain asing ada empat dan hanya tiga yang boleh dimainkan bersamaan,” kata BP dilansir suara Denpasar dari Youtube Sport77 Official, dilansir, Kamis 18 mei 2023.
Dengan tiga pemain asing, lanjut dia, maka logika nya, untuk posisi stoper, gelandang dan striker.
“Artinya akan ada 1 sisa slot striker pemain lokal. kan tidak mungkin nyari 2 strike asing, terus tengah siapa," ucapannya karena tim membutuhkan keseimbangan.
Lanjut dia, kemudian 2007 ada kebijakan boleh menggunakan lima pemain asing dan kelimnya boleh main.
“Ketika Lo punya lima pemain asing posisi mana yang akan dipergunakan,” tanya Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026