Suara Denpasar – Piala Asia akan digelar di Qatar pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024 mendatang. Indonesia menjadi salah satu negara yang akan ikut pada perhelatan sepakbola terbesar di Asia tersebut.
Besar kemungkinan, perhelatan tersebut sebagai tugas akhir bagi Shin Tae Yong untuk menukangi Timnas Indonesia. Hal ini lantaran nasibnya bersama Timnas Indonesia masih abu-abu.
Menanggapi hal tersebut, Shin Tae Yong memilih untuk fokus pada Timnas Indonesia agar dapat melaju ke-16 besar Piala Asia 2024.
“Kami bisa melaju ke babak 16 besar sebagai wild card di turnamen ini.” Kata Shin Tae Yong seperti dikutip Suara Denpasar dari laman instagram @blangkon.football.
“Tentu kita tidak dalam posisi untuk berbicara banyak, tapi menurut saya Indonesia akan menjadi kuda hitam.” Tambahnya.
Menurut Shin Tae Yong, makna kuda hitam yang disebutkannya bukan sampai ke level juara Asia, namun Timnas Indonesia dapat menjadi tim yang kuat dan tidak mudah dikalahkan oleh tim lainnya.
“Tentu kita tidak dalam posisi untuk berbicara banyak, tapi menurut saya Indonesia akan menjadi kuda hitam.” Tegas Shin Tae Yong.
Sementara itu, menilik komentar netizen dalam unggahan tersebut, tak sedikit yang berasumsi kontrak Shin Tae Yong tak akan diperpanjang oleh PSSI.
Salah satunya diungkapkan oleh akun @noturnal_.
Baca Juga: Anggota Exco Beberkan Nasib Shin Tae Yong di Timnas: Bertahan Bila...
“Dari statement2nya di media, yang saya tangkep sih STY yakin timnas indo lolos 16 besar, tapi STY akan nolak perpanjangan kontrak nanti. Kenapa nolak? Menurutku ada beberapa faktor sih.” Tulis @noturnal_.
Akun @noturnal_ pun menyebutkan 3 faktor yang membuat Shin Tae Yong menolak perpanjangan kontrak.
1. STY baru akan diperpanjang kalo hasil piala asia bagus, ini bikin STY tersinggung krn seolah2 dia yang ngejar2 buat perpanjang kontrak, padahal mungkin dia juga nerima banyak tawaran dari luar.
2. PSSI ngasih target tinggi tapi gak dibarengi dengan dukungan yang cukup (pemain diaspora, pembinaan usia muda, liga bagus, fasilitas dll).
3. STY udah capek sama orang2 PSSI. (*)
Berita Terkait
-
Top Skor Liga 1 dan SEA Games Tak Dipanggil Shin Tae-yong untuk FMD Lawan Argentina, Warganet: Rada Kaget
-
Anggota Exco Beberkan Nasib Shin Tae Yong di Timnas: Bertahan Bila...
-
Pahlawan SEA Games Tak Dilirik Shin Tae-yong, Berikut Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia di FIFA Match Day
-
Shin Tae Yong Panggil 26 Pemain untuk Perkuat Timnas Indonesia Hadapi Argentina, Persib Jadi Klub Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Bukan Nadeo Argawinata, Shin Tae Yong Pilih Kiper Rp3,04 Miliar untuk Perkuat Timnas Indonesia, Begini Sosoknya
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi