Suara Denpasar - Bos jalan tol Jusuf Hamka punya pengalaman pahit berurusan dengan polisi. Dia pernah melapor ke polisi karena kasus pencurian, namun malah dia yang dijadikan tersangka.
Cerita ini disampaikan Jusuf Hamka kepada Denny Sumargo. Dia mengatakan, peristiwa itu berlangsung sekitar tahun 1978, di Palangkaraya, Kalimantan. Usianya masih 21 tahun. Saat itu itu bekerja di perusahaan kayu di Kalimantan.
Jadi, sebelum terkenal sebagai pengusaha jalan tol yang sukses dengan kekayaan sekitar Rp15 triliun, Jusuf Hamka pernah bekerja di perusahaan triplek di Kalimantan. Suatu ketika, di sana terjadi pencurian kayu di area usahanya.
"Saya laporkan ke polisi. Waktu itu malah saya dijadikan tersangka," tandasnya dikutip dari kanal Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Kamis (1/6/2023).
Dia mengaku masih ingat kala itu kapolwilnya bernama Harsono, kemudian penyidiknya namanya Kasatserse Sarikun Iskak.
"Saya masih ingat. Saya nggak pernah bisa lupa itu di Polwil," katanya.
Kala itu, Jusuf dititipkan penahanannya di tahanan di Polres. Dia mendekam selama tiga minggu di tahanan Polres.
"Dapat 21 hari saya di sana dimasukkan di dalam sel," jelasnya.
Sel tahanan yang dia tempati berukuran sempit. Hanya 3x 1 meter, yang diisi 8 orang tahanan. Lebih miris lagi, dalam tahanan itu tidak ada WC. Kalau mau buang air, dia harus ketuk pintu, meminta izin ke petugas. Namun, harus memberi uang ke penjaga tahanan.
Baca Juga: Jawaban Tak Terduga Jusuf Hamka Ketika Ditanya Tak Suka Flexing Meski Tajir Melintir
"Jadi kalau malam saya minta sama orang saya bawain Vicks Formula 44 (obat batuk), jadi begitu udah malam kelar makan saya minum itu biar cepat tidur," jelasnya.
Sekadar diketahui, obat ini mengandung Dextromethorphan dan Doxylamine Succinate yang mengakibatkan kantuk.
Meski demikian, dia ingat Kapolres dan istrinya baik kepadanya. Kala itu, nama kapolresnya Letkol Yusuf Sutiyono.
"Sampai hari ini masih berteman baik sama saya," jelasnya.
Di antara kebaikan kapolres dan istrinya adalah, meski dia ditahan, kalau siang diajak ke ruang tamu kapolres. Sedangkan kalau malam balik ke ruang tahanan. Kadang, dia dibawa ke rumah kapolres, diberi makanan. Kemudian malam kembali lagi ke sel tahanan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
11 Pilihan Motor Matik Honda 160 Cc, Simak Harga Terbaru per Februari 2026
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Daftar Harga HP Infinix Februari 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan Saja
-
Mees Hilgers Jadi Rebutan Klub Eropa, Bek Timnas Indonesia Berpeluang Merapat ke Bundesliga
-
Berjudul Konnakol, Zayn Malik Siap Rilis Album Baru pada 17 April 2026
-
Membangun Lingkungan Kerja Aman: Mengenal Prinsip Look, Listen, Link dalam Psychological First Aids
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
5 Tokoh Teknologi Muncul di Epstein Files: Ada Orang Terkaya hingga Ilmuwan
-
Xavi dari Maluku, Pemain Keturunan Indonesia Jebolan Ajax Kini Bela Eks Klub Thom Haye
-
Takut PBI Mendadak Nonaktif? Ini Cara Cek Status Keaktifan BPJS Kesehatan Pakai HP