Suara Denpasar - Di bawah Gubernur Ganjar Pranowo, Provinsi Jawa Tengah masih memiliki banyak jalan rusak. Bukan hanya jalan kabupaten/ kota, bahkan jalan berstatus sebagai jalan provinsi juga banyak yang rusak.
Dalam BPS tentang Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2023, terungkap bahwa pada tahun 2022 dari total jalan provinsi sepanjang 2.404,74 kilometer, sekitar 110,65 kilometer mengalami kerusakan berat, 71,32 kilometer rusak ringan. Dengan demikian, jalan rusak hampir 100 kilometer.
Selain jalan rusak, yang dalam kondisi sedang mencapai 262,33 kilometer. Sedangkan sisanya, atau 1.960,44 kilometer yang masih dalam kondisi baik.
Dalam rincian jalan rusak berdasarkan kabupaten, beberapa daerah di Jawa Tengah tercatat memiliki tingkat kerusakan yang cukup signifikan.
Jalan provinsi yang paling banyak rusak berada di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Blora. Di kabupaten Banjarnegara ada 17,69 kilometer jalan rusak berat, dan 6,69 kiometer jalan rusak ringan.
Sedangkan di Blora, tempat kelahiran sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer, Ganjar punya utang memperbaiki jalan provinsi yang dalam kondisi rusak berat sepanjang 16,6 kilometer dan rusak ringan 10,74 kilometer.
Berikutnya, jalan provinsi rusak berat juga terjadi di Grobogan (11,85 km), dan Wonogiri (10,22 km).
Hampir di semua kabupaten, ada jalan provinsi yang rusak berat. Hanya beberapa kabupaten saja yang tidak ada jalan provinsi dalam kondisi rusak berat, yakni Kebumen, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kendal, dan Batang.
Sedangkan di semua kabupaten di Jateng, memiliki jalan provinsi yang rusak ringan.
Baca Juga: Viral Jalan Rusak, Gubernur Lampung Minta Wartawan Matikan Rekaman: Begini Tanggapan IJTI Pusat
Sementara itu, semua kota di Jateng, tidak ada jalan provinsi dalam kondisi rusak berat maupun rusak ringan. Lagi pula, dari enam kota di Jateng, hanya dua kota saja yang terdapat jalan provinsi, yakni di Surakarta dan Semarang.
Data tersebut di atas baru jalan dengan status jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah Gubernur Ganjar Pranowo. Belum menghitung jalan rusak yang berstatus jalan kabupaten dan jalan nasional/ negara.
Sebelumnya soal jalan rusak menjadi perhatian Presiden Jokowi. Yang menjadi sorotan utama adalah Provinsi Lampung. Bahkan, Jokowi sampai berkunjung ke Lampung dan melintas di jalan rusak. Jokowi kabarnya menggelontorkan bantuan sekitar Rp800 miliar untuk perbaikan jalan di Lampung.
Namun, fakta menunjukkan jalan rusak bukan hanya di Lampung. Hampir di semua daerah di Indonesia mengoleksi jalan rusak. Termasuk di Jawa Tengah. Apakah Jokowi akan membantu pendanaan untuk perbaikan jalan di Jawa Tengah? (*)
Berita Terkait
-
Sampaikan Waktu Perbaikan Jalan Rusak di Lampung, Gubernur Arinal Djunaidi Kecipratan Tanggung Jawabdari Jokowi
-
Gercep Perbaiki Jalan Rusak, Pedagang Pasar Kumbasari Apresiasi Pemkot Denpasar
-
2 Tahun Jalan Rusak di Pasar Kumbasari Tak Kunjung Diperbaiki, Pedagang Titip Pesan Untuk Wali Kota Denpasar
-
Terjawab! Karena ini Ternyata Bupati Anne Ratna Tak Bisa Tuntaskan Pengerjaan Jalan Rusak dan Jembatan di Purwakarta
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123