Suara Denpasar - Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah menunjuk pelatih Bima Sakti untuk menahkodai Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17.
Seperti diketahui, Indonesia dipastikan akan mengikuti perhelatan empat tahun sekali itu setelah ditunjuk sebagai tuan rumah untuk menggantikan Peru.
Sementara dalam akun resmi PSSI @pssi, penunjukan Bima Sakti sebagai head coach ini menuai pro kontra.
Hal ini disampaikan beberapa netizen dalam unggahan PSSI tentang Press Conference PSSI terkait FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023, Sabtu (24/6/2023).
Banyak netizen meragukan Bima Sakti karena sebelumnya gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Asia U-17.
“Coach Bima gagal di kualifikasi piala Asia tapi masih di pakek di pildun Giliran sty harus lolos grup piala Asia baru perpanjangan kontrak, PSSI masih lucu,” kata akun @arkhov_ismail_ahmad_feliks.
“Tolak Bima Sakti menjadi head coach timnasu17,” kata @me_kuriz.
Sementara itu Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah mengungkap alasan penunjukan Bimas Sakti. Ia mengatakan ingin memberikan jam terbang untuk pelatih-pelatih muda.
“Kami rasa akan memberikan kesempatan kepada pelatih Bima, kami perlu pelatih-pelatih muda. Di kepengurusan Shin Tae Yong itu ada pelatih Nova dan pelatih-pelatih baru, di kepengurusan Indra di SEA Games juga banyak pelatih muda,” kata Erick, dikutip dari ANTARA, Minggu (25/6/2023),
Erick Thohir mengatakan Bima Sakti juga akan didampingi oleh asisten pelatih yang saat ini masih dalam tahap diskusi.
“Pasti ada pendamping lah karena ini kejuaraan dunia,” ungkapnya.
Meski sempat gagal membawa Garuda Muda ke Piala Asia U-17, namun Bima Sakti merupakan juru taktik yang pernah membawa timnas U16 menjuarai Piala AFF U-16 2022 setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0.
Nampaknya hal itulah yang juga jadi pertimbangan PSSI untuk menunjuknya sebagai head coach di Piala Dunia U-17.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Geger Penemuan Granat Nanas Aktif di Rumah Purnawirawan TNI Blitar
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
-
Bukan Dongeng Biasa: Sisi Gelap dan Brutal di Balik Keimutan Dongeng Kucing
-
Lian, Ombak, dan Luka yang Disembunyikan: Review Jujur Novel Ingatan Ikan-Ikan
-
QRIS Sumsel Tembus Rp14 Triliun, BI Jadikan Pariwisata dan UMKM Motor Ekonomi Digital
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh