Suara Denpasar – Beredar kabar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa alias BEM UI dikeluarkan dari kampus.
Bahkan kabar tersebut menyebutkan bahwa surat pemberhentian dibacakan langsung oleh rektor universitas nomor satu di Indonesia itu.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube SEPUTAR ISTANA dengan video berdurasi 8 menit 5 detik, diunggah hari ini pada 1 Juli 2023 dan viral sampai ditonton 8,7 ribu kali.
Video itu berjudul ‘Ketua BEM UI Dikeluarkan dari Kampus, Surat Pemberhentian Dibacakan Langsung Oleh Rektor UI’, dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (1/7/2023).
Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam terkait video tersebut untuk menemukan fakta sesungguhnya.
CEK FAKTA
Setelah diputar, video itu menampilkan cuplikan-cuplikan tentang kegiatan BEM UI yang menyuarakan pendapat mereka atas nama rakyat.
Kemudian, terdengar suara seseorang yang mengkritik BEM UI, namun tidak diinformasikan identitas orang tersebut.
“Untuk Ketua BEM UI, beta pemuda dari pelosok NTT, beta mau tanya maksudnya apa anda mengatakan pak Jokowi mau mengakhiri kekuasaannya dengan baik atau dengan berdarah-darah? Beta peringatkan kepada anda, jangan sampai anda yang berdarah-darah!,” ucapnya.
Baca Juga: Yenny Wahid Disebut Bakal Cawapres, PKS: Tergantung Kemauan Anies Baswedan
Selama video itu diputar, tidak ada sama sekali penjelasan, pembahasan atau bukti yang membenarkan berita pada judul video tersebut, tidak dibuktikan bahkan tidak dibahas Ketua BEM UI dikeluarkan oleh Rektor UI.
Setelah ditelusuri dari laman resmi Universitas Indonesia dan akun sosial media instagram BEM UI @bemui_official, sama sekali tidak ditemukan kebenaran berita tersebut.
Perlu diketahui, Ketua BEM UI sekarang adalah Melki Sadek Huang, dilihat dari akun instagramnya @melkisadekhuang, ia masih aktif berkegiatan memimpin BEM UI. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel