Suara Denpasar – Isu hutang 800 miliar Jusuf Hamka dibongkar seorang pegiat sosial media atau Youtuber bernama Benny Batara, yang juga kerap disapa Bennix.
Beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan kabar sosok bos jalan tol menagih hutang 800 miliar negara terhadap perusahaannya.
Jusuf Hamka mengklaim bahwa pihak perusahaan yang dipimpinnya itu memiliki hak uang sebanyak itu dari pemerintah.
Akan tetapi, pemerintah menolak melakukan pembayaran kepada perusahaan Jusuf Hamka yang bergerak di bidang bisnis jalan tol.
Benny Batara menjelaskan bahwa berdasarkan data yang didapatnya, pihak pemerintah menolak membayar tuntutan tersebut lantaran menilai perusahaan Jusuf masih ada sangkut pautnya dengan Danty Indriastuty.
Danty Indriastuty merupakan keluarga Presiden Soeharto yang dinilai menjadi pihak yang memainkan dana 800 miliar itu.
Benny menjelaskan bahwa pemerintah tidak perlu membayar tuntutan tersebut karena ia menemukan bukti data bahwa perusahaan Jusuf Hamka masih terafiliasi dengan Danty Indriastuty.
Sedangkan, Jusuf Hamka sebelumnya menepis hal tersebut, menurutnya perusahaan yang dipimpinnya itu tidak terafiliasi dengan sosok yang dimaksud.
“Maaf sekarang kita cek, benar atau enggak?! Putusan Mahkamah Agung itu di tahun 2010,” ucapnya dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (1/7/2023).
Baca Juga: Cek Fakta: Jusuf Hamka Dukung Anies Baswedan
“Kita sekarang bahas realitanya, di hadapan saya, sebenarnya kita ada banyak dokumen, ada ribuan dokumentasi yang terkait dengan Citra Marga Nusa Pala Persada,” lanjutnya.
“Kalau tidak terafiliasi berdasarkan pernyataan pak Jusuf Hamka, berdasarkan putusan pengadilan Mahkamah Agung tahun 2010, pertanyaan kita simpel, kenapa di tahun 2015, lebih tepatnya 18 Maret 2015, Danty Indriastuty masih menjabat sebagai Direktur Utama di CMNP, ini data asli dari negara,” jelasnya.
Perseteruan Jusuf Hamka soal hutang 800 M dengan pemerintah atau negara masih menjadi perbincangan hangat, pasalnya saling adu data masih berlanjut sampai saat ini. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Jokowi Akhirnya Mengalah dan Siap Bayar Utang ke Jusuf Hamka
-
Jusuf Hamka Tagih Hutang ke Pemerintah 800 Miliar, Warganet: Memalukan Sekali
-
Inilah Prinsip Hidup Jusuf Hamka Miliarder Sekaligus Mualaf yang Punya Cita-Cita Membangun 1000 Masjid di Indonesia: Carilah...
-
Jusuf Hamka Bagikan Ilmu Penting Soal Gandakan Uang Mulai dari Rp1000 Hingga Milyaran Per Hari: Saya Bilang..
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
PTBA Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 300 Hewan Kurban Disalurkan ke Berbagai Wilayah Operasional
-
Bagasi Mobil Selalu Penuh saat Mudik? Ini Tips Menata Daging Kurban dan Oleh-oleh agar Tetap Muat
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL