Suara Denpasar- Timnas Indonesia U-17 asuhan Pelatih Bima Sakti berhasil ditempatkan di pot 1 pada undian Piala Dunia U-17 2023, sehingga membuat tim Garuda Asia memiliki kemungkinan untuk menghadapi lawan-lawan tangguh dari pot-pot lainnya.
Di lansir dari Twitter @FootyRangkings pada, Selasa (04/07/2023) dengan menjadi tuan rumah, timnas Indonesia U-17 berhasil masuk ke dalam pot 1 dan berhasil menghindari beberapa tim kuat seperti Brasil, Meksiko, Prancis, Spanyol, dan Jepang.
Meskipun demikian, tim yang dilatih oleh Bima Sakti tidak dapat merasa terlalu aman. Hal ini dikarenakan di pot-pot lain terdapat negara-negara kuat yang berpotensi menjadi lawan bagi timnas Indonesia U-17.
Dalam pot 2, terdapat juara Euro U-17 yaitu Jerman yang memiliki potensi untuk berhadapan dengan tim Garuda Asia. Selain itu, di pot tersebut juga terdapat Inggris dan Argentina yang memiliki pemain-pemain potensial.
Selanjutnya, pada pot 3, terdapat beberapa tim yang tidak boleh dianggap remeh. Misalnya, Senegal yang menjadi juara Piala Afrika U-17 2023, yang berpotensi untuk bertemu dengan timnas Indonesia U-17.
Ada beberapa tim yang bisa bertemu dengan timnas Indonesia U-17 di pot-pot lainnya. Di pot 2, ada Amerika Serikat yang merupakan finalis Concacaf U-17 dan berpotensi untuk berhadapan dengan Garuda Asia.
Selain itu, Maroko yang menjadi runner up Piala Afrika U-17 juga dapat menjadi lawan potensial.
Selanjutnya, di pot 4 yang dianggap sebagai pot dengan 'seeding' terlemah, terdapat Kanada yang merupakan semifinalis Concacaf U-17.
Juga, Burkina Faso dan Polandia tidak boleh dianggap sebelah mata karena keduanya juga merupakan semifinalis di penyisihan konfederasi masing-masing.
Baca Juga: Teddy Tjahjono Dituntut Mundur Oleh Bobotoh, Protes Harga Tiket ke Manajemen Persib Bandung
Untuk proses drawing Piala Dunia U-17, rencananya akan dilakukan pada bulan Agustus mendatang. Setelah itu, putaran final kompetisi ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 10 November dan berlangsung hingga 2 Desember 2023.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Wayan Koster Ikut-ikutan Klaim Bali Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Gibran Pasang Tampang Jengkel?
-
Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023, Indonesia Justru Dihantui Kutukan Tuan Rumah
-
Bima Sakti Disebut Pelatih Gagal, Aib Pelatih Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 ini Dibongkar Media Vietnam
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati