/
Selasa, 04 Juli 2023 | 15:30 WIB
potret Raja Salman dari pemerintah Arab Saudi yang memerintahkan memanggil duta besar Swedia terkait aksi pembakaran Al-Quran yang dilakukan Salwan Momika (pinterest middleeasteye.net)

Suara Denpasar - Pemerintahan Arab Saudi telah melakukan pemanggilan terhadap Duta Besar Swedia atas perbuatan Salwan Momika seorang ekstremis yang melakukan aksi pembakaran Al-Quran.

Selain melakukan pembakaran Al-Quran seorang ekstremis di Swedia, Salwan Momika juga terlihat menginjak-injak kita suci umat muslim tersebut seusai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1444 H.

Diketahui sebelumnya, Aksi pembakaran dan menginjak-injak Al-Quran itu dilakukan seorang ekstremis bernama Salwan Momika yang dijalankannya pada luar Masjid Stockholm Swedia.

Atas perbuatan seorang ekstremis bernama Salwan Momika justru  memancing kemarahan umat islam di seluruh dunia.

Dalam hal ini Arab Saudi dan umat Islam di seluruh dunia mengutuk perbuatan pembakaran Al-Quran bahkan hingga menginjak-injaknya yang dilakukan Salwan Momika seorang ekstremis dari Swedia. 

Akibat perbuatannya tersebut menyebabkan kemarahan bagi umat muslim internasional dan reaksi diplomatik di Swedia, bahkan  dapat menimbulkan hal-hal buruk yang terjadi antar agama.

Dikutip Suara Denpasar dari ALARABIA NEWS pada Selasa, 04 Juli 2023, Kerajaan Arab Saudi telah memanggil duta besar Swedia pada Rabu (28/06/23) untuk melakukan penyelesaian penghinaan ataupun penistaan yang dilakukan Salwan Momika.

Pembakaran Al-Quran yang dilakukan seorang ekstremis adalah masuk ke dalam kategori tindakan tercela.

"Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Kerajaan Swedia dan memberi tahu dia tentang penolakan kategoris Kerajaan Arab Saudi atas tindakan tercela yang dilakukan oleh seorang ekstremis yang membakar salinan Al-Quran," pemerintah Arab Saudi mencoba menjelaskan.

Baca Juga: Teddy Tjahjono Dituntut Mundur Oleh Bobotoh, Protes Harga Tiket ke Manajemen Persib Bandung

Pemerintah Arab Saudi mengharapkan supaya pemerintah Swedia untuk menghentikan semua tindakan yang secara langsung bertentangan dengan upaya internasional.

“Kementerian menyerukan kepada pemerintah Swedia untuk menghentikan semua tindakan yang secara langsung bertentangan dengan upaya internasional untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penolakan ekstremisme, serta merusak rasa saling menghormati yang diperlukan untuk hubungan antara masyarakat dan negara,” tambahnya kemudian.

Salwan Momika adalah warga Irak yang telah diberi izin untuk mengadakan protes atau unjuk rasa, tetapi pihak berwenang hendak melakukan penyelidikan mengenai hasutan pria Irak tersebut terhadap kelompok etnis di Swedia.

Beberapa negara Muslim lain selain Arab Saudi juga mengutuk aksi perbuatan keji yang dilakukannya, termasuk Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab yang telah memanggil duta besar Swedia setelah warga Irak Salwan Momika tersebut ketahuan membakar hingga menginjak-injak Alquran di lingkungan Masjid Stockholm Swedia.(Rizal/*)
 
 

Load More