Suara Denpasar - Pemerintahan Arab Saudi telah melakukan pemanggilan terhadap Duta Besar Swedia atas perbuatan Salwan Momika seorang ekstremis yang melakukan aksi pembakaran Al-Quran.
Selain melakukan pembakaran Al-Quran seorang ekstremis di Swedia, Salwan Momika juga terlihat menginjak-injak kita suci umat muslim tersebut seusai pelaksanaan Sholat Idul Adha 1444 H.
Diketahui sebelumnya, Aksi pembakaran dan menginjak-injak Al-Quran itu dilakukan seorang ekstremis bernama Salwan Momika yang dijalankannya pada luar Masjid Stockholm Swedia.
Atas perbuatan seorang ekstremis bernama Salwan Momika justru memancing kemarahan umat islam di seluruh dunia.
Dalam hal ini Arab Saudi dan umat Islam di seluruh dunia mengutuk perbuatan pembakaran Al-Quran bahkan hingga menginjak-injaknya yang dilakukan Salwan Momika seorang ekstremis dari Swedia.
Akibat perbuatannya tersebut menyebabkan kemarahan bagi umat muslim internasional dan reaksi diplomatik di Swedia, bahkan dapat menimbulkan hal-hal buruk yang terjadi antar agama.
Dikutip Suara Denpasar dari ALARABIA NEWS pada Selasa, 04 Juli 2023, Kerajaan Arab Saudi telah memanggil duta besar Swedia pada Rabu (28/06/23) untuk melakukan penyelesaian penghinaan ataupun penistaan yang dilakukan Salwan Momika.
Pembakaran Al-Quran yang dilakukan seorang ekstremis adalah masuk ke dalam kategori tindakan tercela.
"Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Kerajaan Swedia dan memberi tahu dia tentang penolakan kategoris Kerajaan Arab Saudi atas tindakan tercela yang dilakukan oleh seorang ekstremis yang membakar salinan Al-Quran," pemerintah Arab Saudi mencoba menjelaskan.
Baca Juga: Teddy Tjahjono Dituntut Mundur Oleh Bobotoh, Protes Harga Tiket ke Manajemen Persib Bandung
Pemerintah Arab Saudi mengharapkan supaya pemerintah Swedia untuk menghentikan semua tindakan yang secara langsung bertentangan dengan upaya internasional.
“Kementerian menyerukan kepada pemerintah Swedia untuk menghentikan semua tindakan yang secara langsung bertentangan dengan upaya internasional untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penolakan ekstremisme, serta merusak rasa saling menghormati yang diperlukan untuk hubungan antara masyarakat dan negara,” tambahnya kemudian.
Salwan Momika adalah warga Irak yang telah diberi izin untuk mengadakan protes atau unjuk rasa, tetapi pihak berwenang hendak melakukan penyelidikan mengenai hasutan pria Irak tersebut terhadap kelompok etnis di Swedia.
Beberapa negara Muslim lain selain Arab Saudi juga mengutuk aksi perbuatan keji yang dilakukannya, termasuk Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab yang telah memanggil duta besar Swedia setelah warga Irak Salwan Momika tersebut ketahuan membakar hingga menginjak-injak Alquran di lingkungan Masjid Stockholm Swedia.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Protes Pembakaran Al Quran di Swedia, Pemain dan Wasit Liga Irak Bawa Al Quran ke Lapangan
-
Protes Pembakaran Al Quran di Swedia, Pemain Liga Irak Bawa Kitab Suci ke Lapangan
-
Steven Gerrard Ikut Tren Gabung Klub Arab Saudi, Resmi Latih Al Ettifaq
-
Tok! Kuota Haji Indonesia 2024 Ditetapkan 221.000 Jemaah
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi