Suara Denpasar – Saddil Ramdani merupakan pemain sepakbola Indonesia yang memiliki bakat hebat, dirinya pernah berkali-kali membela skuad garuda dan menyumbang beberapa gol.
Akan tetapi, akhir-akhir ini dirinya menjadi sorotan usai sempat berkonflik dengan netizen Indonesia beberapa waktu lalu.
Bahkan, Saddil dinilai pernah memberikan kritik kepada Timnas Indonesia hingga akhirnya ia kena semprot seorang pengamat sepakbola yang akrab disapa Coach Justin.
Coach Justin merupakan seorang pelatih futsal dan pernah membina tim nasional futsal Indonesia, ia juga aktif menjadi pengamat sepakbola hingga saat ini.
Melalui kanal YouTube miliknya, Justin membacakan kritikan Saddil kepada Timnas Indonesia yang sempat disampaikannya melalui sosial media beberapa waktu lalu.
Coach Justin juga menunjukan bukti postingan Saddil ke hadapan kamera agar penonton Youtube-nya bisa melihat.
“Jadi gini kenapa sih kalian bandingin gua di Timnas sama di klub berbeda? Ya bedalah! Emang gua sebagai pemain butuh yang namanya jam terbang dan kebebasan untuk bermain,” ucap Coach Justin membacakan postingan Saddil, dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube Justinus Lhaksana pada Kamis, (6/7/2023).
“Apakah di Timnas, kami diberikan itu? Tidak sama sekali, kalian hanya melihat dari sudut yang tidak masuk akal, main hanya 15 menit, 10 menit bahkan 7 menit dibilang tidak bisa main,” lanjutnya membacakan.
Saddil Ramdani dinilai punya ego tinggi, hal tersebut yang harus diperbaiki oleh pemain dengan skill bagus itu menurut Justin.
“Gua sebagai mantan pelatih Timnas futsal, gua mengalami pemain kaya dia yang luar biasa tapi egonya tinggi,” ucap Coach Justin.
Coach Justin juga memberikan kritik kepada Saddil bahwa jika ingin mengambil jam terbang itu harus saat latihan, karena pelatih punya hak spesial dalam memilih pemain.
“Jam terbang lu harus dapatkan, dimana? Pada saat latihan! Kalau pelatih melihat lu tidak perform, lu boleh merasa diri lu Zidane, atau Messi atau Ronaldo itu hak lu, tapi kalau dia merasa lu tidak perform, lu gak akan jadi starter,” jelasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Sosok Ini Sebut Skill Asnawi Mangkualam, Jauh di Bawah Wonderkid Timor Leste dan PSIS Semarang, Gali Freitas
-
Eks PSIS Dapat Julukan Lain dari Rekan di Timnas Indonesia, Pratama Arhan Punya Profesi Baru?
-
Lemparan Roket ala Pratama Arhan Bakal Dilarang di Liga Inggris, Karir Eks PSIS Semarang Terancam?
-
Dipercaya Shin Tae yong saat Timnas Indonesia VS Argentina, Eks PSIS Dikomen Begini, Kalah Saing?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan