/
Rabu, 28 Juni 2023 | 15:00 WIB
Lemparan Roket ala Pratama Arhan Bakal Dilarang di Liga Inggris, Karir Eks PSIS Semarang Terancam? (Instagram @pratamaarhan8)

Suara Denpasar - Baru-baru ini, diketahui bahwa lemparan roket ala Pratama Arhan bakal dilarang dilakukan di Liga Inggris. Teknik lemparan ke dalam ala Arhan ini memang terbilang sensasional karena kerap kali mengguncang pertahanan lawan.

Biasanya, sebelum melakukan lemparan roket, Pratama Arhan akan mengeringkan bola terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar bola terpegang dengan sempurna sehingga mampu menambah peluang mengoyak pertahanan lawan.

Namun, praktik ini kemudian mulai dibatasi oleh pihak English Football League (EFL) mulai musim depan. Hal ini ditengarai karena mengelap bola bisa menghabiskan banyak waktu. Sebagai gantinya, pihak EFL akan menyediakan bola baru yang diletakkan di tepi lapangan.

Di sisi lain, ditelisik pada Transfermarkt, Selasa (27/6/2023), nilai pasaran eks PSIS Semarang Pratama Arhan mengalami penurunan yang signifikan meski saat ini sudah berkarier di klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy.

Dilansir dari Deli.Suara.com, saat bersama PSIS Semarang, nilai pasar Pratama Arhan ini mencapai Rp 5,65 miliar. Namun, sejak bergabung dengan Tokyo Verdy pada 2022, nilai pasar pemain ini telah turun menjadi Rp 4,35 miliar per 6 Januari 2023.

Dengan demikian, nilai pasar Pratama Arhan telah turun sebesar sekitar Rp 1,3 miliar. Angka yang terbilang sangat fantastis.

Angka penurunan yang signifikan ini terjadi karena ia masih belum mendapat kepercayaan untuk tampil secara reguler di starting eleven tim.

Meski demikian, Pratama Arhan, yang lahir di Blora, Jawa Tengah, masih mendapatkan kepercayaan saat memperkuat Timnas Indonesia.

Terbukti, Pratama Arhan berperan penting dalam kemenangan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023 di Kamboja beberapa waktu lalu. Sebuah kemenangan yang mencetak sejarah setelah lama berpuasa gelar. (*/Dinda)

Baca Juga: Harga Makin Melambung Tinggi, Pratama Arhan Kini Diminati Pelatih Klub Kasta Atas Liga Brazil

Load More